Sumatera Utara - Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas mendorong keterlibatan sektor swasta dalam mendukung program imunisasi.
Langkah ini dinilai penting untuk menekan angka anak yang belum pernah menerima imunisasi atau zero dose. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang melibatkan berbagai pihak di Kota Medan.
Dalam sambutan yang dibacakan perwakilan TP PKK, Airin menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan.
Ia menyebut sektor swasta dapat berperan dengan memberikan ruang bagi pekerja untuk mengimunisasi anaknya. Selain itu, perusahaan juga dapat menyediakan fasilitas pendukung di lingkungan kerja.
Baca juga: Halalbihalal HIMPAK, Rico Waas Gaungkan Kebersamaan dalam Keberagaman
Airin mengungkapkan bahwa Kota Medan masih menghadapi tantangan dalam pelaksanaan imunisasi. Data tahun 2025 menunjukkan terdapat 4.707 bayi yang belum mendapatkan imunisasi sama sekali.
Angka tersebut menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Ia menjelaskan bahwa zero dose merujuk pada anak yang belum menerima vaksin dasar.
Oleh karena itu, peningkatan cakupan imunisasi menjadi target utama ke depan. Pemerintah menargetkan cakupan imunisasi bayi lengkap meningkat hingga 95 persen pada 2029.
Selain itu, cakupan imunisasi 14 jenis vaksin juga ditargetkan mengalami peningkatan signifikan. Begitu pula dengan imunisasi anak usia sekolah dasar yang diharapkan mencapai angka lebih tinggi.
Airin menegaskan bahwa imunisasi merupakan proses berkelanjutan sejak bayi hingga usia sekolah. Pemberian vaksin harus dilakukan secara bertahap sesuai usia anak.
Baca juga: Percepatan Huntap di Sumut, Data Spesifik Jadi Penentu Utama
Melalui rapat koordinasi tersebut, diharapkan tercipta sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Tenaga kesehatan, kader, hingga sektor swasta diharapkan berperan aktif dalam mendukung program ini.
Kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama. Komitmen tersebut mencakup dukungan terhadap Pekan Imunisasi Dunia dan upaya eliminasi penyakit.
Selain itu, kemitraan untuk memperluas informasi dan mobilisasi sumber daya juga menjadi bagian penting. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan angka zero dose dapat ditekan secara signifikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemko Medan