Selasa, 14 APRIL 2026 • 15:00 WIB

Disnaker Medan Perkuat Sinergi Kampus dan Industri untuk Siapkan Lulusan Siap Kerja

Author

Disnaker Medan memfasilitasi kolaborasi antara FISIP USU dengan PT Tradepro Penasihat Berjangka guna membekali mahasiswa dengan kompetensi kerja sejak dini, Kamis (9/4/2026). (Pemko Medan) 

Sumatera Utara - Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan terus mendorong sinergi antara dunia pendidikan dan industri. Salah satu langkah yang dilakukan melalui program kunjungan ke kampus.

Program ini menghadirkan kerja sama antara perguruan tinggi dan perusahaan. Tujuannya adalah membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan.

Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan kampus dan diikuti oleh banyak mahasiswa. Antusiasme peserta terlihat dari penuhnya ruang kegiatan.

Mahasiswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif berdiskusi. Hal ini menunjukkan tingginya minat terhadap topik yang dibahas.

Perwakilan dinas menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah konkret. Tujuannya untuk mempersiapkan mahasiswa sebelum terjun ke dunia kerja.

Baca juga: Paskah Jadi Momentum, Sulaiman Harahap Ajak Pemuda Jadi Penggerak Perubahan

Menurutnya, ijazah saja tidak cukup untuk bersaing di dunia kerja saat ini. Mahasiswa perlu memiliki keahlian yang bisa diukur dan diakui.

Ia menegaskan bahwa persiapan harus dilakukan sejak dini. Mahasiswa perlu dibekali sebelum mereka lulus dari pendidikan.

Persaingan kerja yang semakin ketat menjadi alasan utama pentingnya kompetensi tambahan. Tanpa keahlian yang memadai, peluang kerja akan semakin kecil.

Program kolaborasi ini akan terus diperluas ke berbagai kampus. Langkah ini dilakukan untuk menjangkau lebih banyak mahasiswa.

Selain itu, pentingnya sertifikasi juga menjadi perhatian utama. Sertifikat kompetensi dapat menjadi nilai tambah di mata industri.

Mahasiswa bahkan diharapkan sudah memiliki peluang kerja sebelum lulus. Hal ini menjadi target dari program yang dijalankan.

Pihak kampus menyambut baik kerja sama tersebut. Kolaborasi ini dianggap sebagai bentuk sinergi antara pendidikan, industri, dan pemerintah.

Program yang dijalankan terdiri dari beberapa tahapan. Mulai dari sosialisasi, pelatihan, hingga sertifikasi kompetensi.

Seluruh proses mengacu pada standar yang telah ditetapkan secara nasional. Hal ini memastikan kualitas pelatihan tetap terjaga.

Selain itu, keberadaan dokumen pendamping ijazah juga menjadi penting. Dokumen ini menjadi bukti tambahan kemampuan mahasiswa.

Baca juga: Sprint Rally Sumut 2026 Dorong Lahirnya Pembalap Baru dan Ekosistem Balap

Melalui pelatihan yang diberikan, mahasiswa mendapatkan keterampilan teknis dan non-teknis. Kombinasi ini dinilai penting untuk dunia kerja.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan industri. Sinkronisasi ini diharapkan menghasilkan lulusan yang siap kerja.

Sebelumnya, program serupa juga telah dilakukan di kampus lain. Hal ini menunjukkan konsistensi dalam pelaksanaan program.

Dengan langkah tersebut, dinas berperan sebagai penghubung sekaligus penggerak. Tujuannya membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih siap dan kompetitif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemko Medan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU