Sumatera Utara - Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mendorong PT Bank Sumut (Perseroda) untuk segera naik kelas ke kategori Kelompok Bank dengan Modal Inti (KBMI) 2. Dorongan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Bank Sumut di sektor perbankan.
Upaya tersebut disampaikan usai pelaksanaan RUPS Tahunan Tahun Buku 2025 PT Bank Sumut. Dalam kesempatan itu, Bobby menegaskan pentingnya peningkatan modal inti sebagai langkah strategis ke depan.
KBMI 2 sendiri merupakan kategori bank dengan modal inti antara Rp6 triliun hingga Rp14 triliun. Saat ini, Bank Sumut masih berada di kategori KBMI 1.
Selain itu, terdapat rencana dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan konsolidasi terhadap bank-bank yang masih berada di kategori KBMI 1 pada tahun 2029.
Bobby menilai, kondisi tersebut harus segera direspons oleh seluruh pemegang saham Bank Sumut. Pemerintah daerah pun sepakat untuk mengejar target modal inti minimal Rp6 triliun.
Baca juga: Lewat APCS 2026, Medan Siap Perkenalkan Budaya dan UMKM ke Dunia
Saat ini, modal inti Bank Sumut telah mencapai Rp5,2 triliun. Artinya, masih diperlukan tambahan sekitar Rp800 miliar untuk mencapai target KBMI 2.
Sebagai langkah konkret, para pemegang saham sepakat menyetorkan kembali 15 persen dividen tahun buku 2025 sebagai tambahan modal pada tahun 2026.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga menambah penyertaan modal sebesar Rp100 miliar pada tahun ini. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan turut merencanakan penambahan modal sekitar Rp70 miliar.
Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat pencapaian target modal inti yang telah ditetapkan bersama.
Di sisi lain, Bobby juga menekankan bahwa Bank Sumut tidak boleh terlalu bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Baca juga: Kunker DPRD DKI, Pemko Medan Tegaskan Penanganan Sampah Jadi Prioritas
Menurutnya, bank daerah harus mampu bersaing dengan menghadirkan berbagai produk yang kompetitif di pasar. Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan dana pihak ketiga yang efisien serta diversifikasi layanan perbankan.
RUPS Tahunan ini dihadiri oleh seluruh kepala daerah kabupaten/kota se-Sumatera Utara, komisaris, serta jajaran direksi Bank Sumut. Turut hadir pula organisasi perangkat daerah terkait dari tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Dengan dukungan penuh dari seluruh pemegang saham, Bank Sumut diharapkan mampu segera naik kelas dan memperkuat perannya di sektor perbankan regional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemko Medan