Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 07 APRIL 2026 • 12:00 WIB

Kunker DPRD DKI, Pemko Medan Tegaskan Penanganan Sampah Jadi Prioritas

Kunker DPRD DKI, Pemko Medan Tegaskan Penanganan Sampah Jadi PrioritasRico Tri Putra Bayu Waas saat menerima kunjungan kerja Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan, Rabu (1/4/2026). (Pemko Medan) 

Sumatera Utara - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima kunjungan kerja Komisi D DPRD DKI Jakarta. Pertemuan berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota pada 1 April 2026.

Rombongan dipimpin Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike. Kunjungan ini membahas berbagai isu strategis.

Dalam pertemuan tersebut, penanganan sampah menjadi fokus utama. Rico Waas menegaskan pentingnya penanganan masalah ini.

Ia menjelaskan kondisi Kota Medan yang memiliki kompleksitas tinggi. Kota ini merupakan salah satu kota terbesar di wilayah barat Indonesia.

Dengan luas wilayah sekitar 265 kilometer persegi, Medan memiliki jumlah penduduk besar. Pada siang hari, jumlah penduduk bisa mencapai 4 juta jiwa.

Hal ini berdampak pada tingginya produksi sampah. Setiap hari, volume sampah mencapai 1.300 hingga 1.500 ton.

Baca juga: Tekan Risiko Kematian, Airin Kampanyekan Deteksi Dini Kanker Payudara

Jumlah tersebut dapat meningkat saat terjadi bencana. Bahkan, saat banjir, produksi sampah bisa melonjak drastis. Rico menyebut angka produksi sampah pernah mencapai 7.000 ton. Hal ini terjadi akibat banyaknya barang rusak.

Saat ini, Medan hanya memiliki satu TPA. Lokasinya berada di TPA Terjun dengan luas sekitar 14 hektare. Namun, sebagian besar lahan sudah terisi. Hanya tersisa sekitar 2 hingga 3 hektare.

Jika tidak ditangani, TPA diperkirakan akan overload. Kondisi ini bisa terjadi pada tahun 2029. Sebagai langkah awal, Pemko Medan mendorong gerakan kebersihan. Program ini melibatkan masyarakat secara langsung.

Kegiatan seperti Sapa Warga dilakukan setiap Minggu. Selain itu, ada juga program Gotong Royong Raya. Program tersebut melibatkan ribuan personel. Mereka bekerja di berbagai titik sampah.

Selain itu, Medan juga mendapatkan proyek PSEL. Program ini mengolah sampah menjadi energi listrik. Pemko Medan telah menyiapkan lahan sekitar 5 hektare. Energi yang dihasilkan nantinya akan dijual ke PLN.

Baca juga: Rico Waas Siapkan Kebun Bunga sebagai Pendukung AFF 2026

Namun, pembangunan fasilitas ini membutuhkan biaya besar. Nilainya mencapai triliunan rupiah. Karena itu, dukungan pemerintah pusat sangat diharapkan. Hal ini penting untuk keberlanjutan program.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemko Medan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kunker DPRD DKI, Pemko Medan Tegaskan Penanganan Sampah Jadi Prioritas

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!