Sumatera Utara - Momentum libur dan cuti bersama Idulfitri tidak mengurangi fokus operasional di sektor energi. Pertamina Hulu Rokan Zona 1 tetap menjaga keberlangsungan produksi secara optimal.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan sistem keselamatan kerja. Selain itu, kesiapsiagaan personel juga ditingkatkan secara menyeluruh.
Pengendalian risiko menjadi perhatian utama dalam setiap aktivitas operasional. Seluruh langkah ini dilakukan untuk memastikan operasi tetap aman dan andal.
Baca juga: 31 Faskes di Medan Segera Diperbaiki, Tiga Puskesmas Dibangun Ulang
Kesiapsiagaan personel diperkuat dengan kehadiran tim tanggap darurat. Tim tersebut meliputi Incident Management Team dan Site Emergency Response Team.
Kedua tim ini disiagakan selama 24 jam penuh. Selain itu, dilakukan pemeriksaan berkala terhadap peralatan darurat.
Langkah ini menjadi bagian dari penguatan sistem operasi di seluruh wilayah kerja. Wilayah tersebut mencakup beberapa unit operasional di berbagai daerah.
Di antaranya PHE Jambi Merang, PEP Jambi, hingga PEP Rantau. Penguatan budaya keselamatan menjadi fokus utama selama periode Idulfitri.
Hal ini disampaikan oleh General Manager Zona 1, Mefredi. Ia menegaskan bahwa keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama.
Kedisiplinan pekerja dalam menjalankan prosedur menjadi kunci utama. Seluruh aturan keselamatan terus ditekankan kepada setiap pekerja.
Di sisi lain, pengamanan fasilitas operasi juga diperketat. Pemeriksaan dilakukan terhadap arus keluar masuk orang dan kendaraan.
Pengawasan juga mencakup kondisi lingkungan sekitar wilayah operasi. Koordinasi dengan aparat setempat turut dilakukan secara berkala.
Langkah ini bertujuan menjaga keamanan dan kelancaran operasional. Pemantauan kondisi cuaca juga dilakukan setiap hari.
Informasi tersebut diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Selain itu, observasi aspek HSSE dilakukan secara rutin.
Kondisi kesehatan pekerja juga menjadi perhatian penting. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan pekerja dalam kondisi siap bekerja.
Baca juga: Edukasi Obat Jadi Sorotan, Rico Waas Dorong Peran Aktif Apoteker
Hal ini terutama dilakukan pada lokasi pengeboran aktif. Beberapa lokasi tersebut berada di wilayah Rantau dan Pangkalan Susu.
Sepanjang 2025, PHR Zona 1 mencatat capaian keselamatan yang positif. Tidak terdapat insiden kerja dengan tingkat TRIR sebesar 0,0.
Selain itu, tidak ada Lost Time Injury yang tercatat. Total jam kerja selamat mencapai lebih dari 20 juta jam.
Pencapaian tersebut menjadi dasar dalam menjaga konsistensi operasional. Seluruh prosedur yang telah berjalan akan terus dipertahankan.
Bahkan, pada periode Lebaran ini dilakukan peningkatan pengawasan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga pasokan energi nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemko Medan