Sumatera Utara - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Koperasi dan UKM terus mendorong penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Program ini dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui usaha berbasis koperasi.
Hingga saat ini tercatat sebanyak 6.100 koperasi Merah Putih telah terbentuk di desa dan kelurahan di Sumatera Utara.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.830 koperasi telah aktif di Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan atau Simkopdes.
Selain itu, terdapat 1.021 koperasi yang aktif mengelola gerai kebutuhan pokok masyarakat. Kabid Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Sumut Pratiwi Mulya Ningrum mengatakan saat ini sudah tersedia 2.645 titik lahan untuk pembangunan fisik koperasi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 527 titik sedang dalam proses pembangunan. Sementara itu, sebanyak 34 koperasi telah selesai dibangun sepenuhnya. Pratiwi menyebutkan koperasi Merah Putih dapat mengembangkan berbagai jenis usaha.
Baca juga: Rico Waas Tekankan Kekompakan Bapenda untuk Optimalkan Pajak Daerah
Beberapa di antaranya seperti gerai sembako, klinik atau apotek, pergudangan, hingga kantor administrasi. Selain itu, koperasi juga dapat mengelola fasilitas seperti cold storage, gas, simpan pinjam, serta kios pupuk.
Menurut Pratiwi, Koperasi Merah Putih di Desa Medan Krio dapat menjadi contoh bagaimana inovasi dan kreativitas dapat dikembangkan dalam bisnis koperasi.
Ia menjelaskan bahwa koperasi ini berlandaskan semangat kemandirian dan gotong royong. Dengan prinsip tersebut, anggota koperasi diharapkan mampu mengelola usaha secara mandiri tanpa bergantung pada pihak luar.
Namun demikian, ia mengakui bahwa pengelolaan koperasi masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah sumber daya manusia pengurus yang belum sepenuhnya memiliki pola pikir bisnis.
Sebagian pengurus juga masih berharap mendapatkan pinjaman dari pihak luar. Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Koperasi dan UKM Sumut telah memberikan pelatihan kepada 12.200 pengurus koperasi Merah Putih.
Pratiwi berharap masyarakat dapat bersama-sama membangun kekuatan ekonomi melalui koperasi. Ia mengibaratkan kekuatan tersebut seperti sapu lidi yang menjadi kuat ketika disatukan.
Ketua Koperasi Merah Putih Desa Medan Krio Ummi Nadra Nasution mengatakan koperasi tersebut dibentuk sejak Mei 2025.
Sejak berdiri, koperasi mengalami perkembangan yang cukup pesat. Jumlah anggota yang awalnya hanya 20 orang kini telah meningkat menjadi 130 orang.
Bidang usaha yang dijalankan juga semakin berkembang. Jika pada awalnya hanya mengelola pangkalan gas bersubsidi, kini koperasi juga menjual sembako, pupuk bersubsidi, serta melayani transaksi perbankan melalui Brilink.
Ummi menjelaskan bahwa koperasi tersebut masih dikelola secara mandiri. Modal utama berasal dari simpanan pokok anggota sebesar Rp300 ribu serta simpanan wajib Rp25 ribu setiap bulan.
Saat ini koperasi tersebut mampu menghasilkan omzet sekitar Rp1 hingga Rp3 juta per hari. Meski demikian, masih terdapat tantangan dalam pengelolaan koperasi, terutama dalam sistem laporan keuangan yang masih dilakukan secara manual.
Menurut Ummi, ke depan sistem tersebut diharapkan dapat menggunakan aplikasi digital. Dengan sistem digital, anggota koperasi dapat mengetahui secara langsung jumlah poin maupun sisa hasil usaha yang dimiliki.
Ia juga berharap pengurus dapat memperoleh pelatihan manajemen tambahan. Selain itu, pihaknya juga berharap dapat menemukan distributor utama agar harga barang yang diperoleh lebih murah dan kompetitif.
Kepala Desa Medan Krio Raja Chairul Azmi mengatakan desa tersebut memiliki luas sekitar 8.000 hektare. Sekitar 300 hektare di antaranya merupakan lahan pertanian. Dengan kondisi tersebut, usaha penjualan pupuk bersubsidi diyakini dapat membantu perkembangan koperasi.
Baca juga: Rico Waas dan DJP Sumut I Bahas Strategi Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
Saat ini pembangunan fisik koperasi sedang berlangsung. Lahan koperasi seluas 1.400 meter tersebut merupakan lahan milik desa.
Progres pembangunan telah mencapai sekitar 80 persen dan ditargetkan selesai sebelum Idulfitri 2026. Raja berharap semakin banyak warga Desa Medan Krio yang bergabung menjadi anggota koperasi.
Menurutnya, semakin banyak anggota maka koperasi akan semakin berkembang. Salah satu anggota koperasi, Sri Wahyuni, mengaku merasakan manfaat dari kehadiran koperasi tersebut.
Ia mengatakan harga berbagai kebutuhan di koperasi lebih murah dibandingkan di tempat lain. Sebagai contoh, harga gas 3 kilogram di koperasi sekitar Rp16 ribu, sedangkan di luar bisa mencapai Rp17 hingga Rp18 ribu.
Selain itu, harga beras SPHP di koperasi juga lebih terjangkau. Sri juga menilai pelayanan koperasi sangat baik karena barang yang dibeli bahkan bisa langsung diantarkan ke sepeda motor miliknya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA