Jumat, 20 FEBRUARI 2026 • 10:31 WIB

Program Magang Nasional dan Jepang Jadi Strategi Kurangi Pengangguran

Author

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sumut, Yuliani Siregar, saat memberikan keterangan, Kamis (19/2/2026). (Pemprov Sumut)

Sumatera Utara - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Ketenagakerjaan terus menjalankan berbagai strategi untuk menekan angka pengangguran. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membuka program magang kerja, baik di dalam negeri maupun ke Jepang.

Kepala Disnaker Sumut Yuliani Siregar mengatakan program magang nasional telah berjalan sejak 2025. Melalui program tersebut, sebanyak 2.800 tenaga kerja di Sumut telah terserap di berbagai perusahaan dan rumah sakit.

Peserta yang ingin mengikuti program magang nasional harus mendaftar melalui aplikasi maganghub milik Kementerian Ketenagakerjaan. Setelah itu, mereka akan melalui proses seleksi sebelum ditempatkan di perusahaan yang terdaftar dalam Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan.

Program magang nasional berlangsung selama enam bulan dengan seluruh biaya ditanggung negara. Setelah selesai, peserta diharapkan dapat melanjutkan bekerja di perusahaan tempat magang.

Selain program nasional, Disnaker Sumut juga membuka kesempatan magang ke Jepang melalui kerja sama pemerintah Indonesia dan pemerintah Jepang. Program ini dibuka dua kali setahun, masing-masing dengan kuota 200 peserta.

Baca juga: Bobby Nasution Instruksikan Penanganan Banjir Lebih Terkoordinasi

Pendaftaran untuk gelombang April telah dibuka dan dapat dilakukan di kantor Disnaker Sumut. Peserta akan diseleksi berdasarkan kemampuan akademik, fisik, dan bahasa Jepang.

Yuliani menegaskan seleksi melalui Disnaker tidak dipungut biaya. Setelah lolos di tingkat pusat, seluruh biaya selama magang di Jepang akan ditanggung perusahaan penerima.

Selain jalur Disnaker, masyarakat juga dapat mengikuti program melalui Lembaga Pelatihan Kerja. Saat ini terdapat 40 LPK terdaftar di Sumut, namun hanya 11 yang memiliki kewenangan mengirim peserta ke Jepang.

Melalui jalur LPK, peserta menanggung biaya sebesar Rp42 juta yang mencakup pelatihan, keberangkatan, dan pembelajaran bahasa Jepang. Disnaker bersama Bank Sumut tengah membahas skema KUR untuk membantu pembiayaan.

Baca juga: Ramadan Tiba, Wagub Surya Ingatkan ASN Jaga Profesionalisme

Program magang dinilai efektif menurunkan angka pengangguran yang kini tercatat 448 ribu orang, menurun dari 458 ribu pada 2024. Peserta magang di Jepang diharapkan kembali dengan keterampilan yang meningkatkan kemandirian ekonomi.

Disnaker juga akan memberikan pembekalan awal kepada siswa SMA dan SMK mengenai program magang Jepang. Sosialisasi dilakukan bersama Dinas Pendidikan dan LPK agar siswa lebih siap sejak dini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU