Sumatera Utara - Perayaan Thaipusam Tahun 2026 berlangsung dengan penuh kekhidmatan di Kuil Sree Soepramaniam Nagarattar dan kawasan Jalan Kejaksaan Medan. Kegiatan ini menjadi simbol kuatnya harmoni dan kebersamaan di tengah masyarakat Kota Medan yang majemuk.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Medan Wiriya Alrahman, menegaskan bahwa Thaipusam memiliki makna lebih dari sekadar ritual keagamaan.
Menurutnya, Thaipusam juga merupakan ekspresi budaya yang sarat nilai spiritual, pengendalian diri, pengorbanan, dan keteguhan iman. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.
Rico Waas menyampaikan bahwa nilai luhur dalam perayaan Thaipusam tidak hanya bermakna bagi umat Hindu, tetapi juga memperkaya khazanah budaya Kota Medan sebagai kota yang beragam.
Ia menekankan bahwa keberagaman latar belakang, tradisi, dan budaya justru menjadi kekuatan utama dalam menjaga persatuan dan keharmonisan di Kota Medan.
Baca juga: Pemprov Sumut Siapkan Skema Layanan Regional agar Pasien Tak Menumpuk
Dalam sambutannya, Wali Kota juga mengingatkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan fondasi untuk saling memahami, menghormati, dan hidup berdampingan secara damai.
Rico Waas turut memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan yang secara konsisten menghadirkan ruang perayaan budaya dan keagamaan sebagai bagian dari pendidikan karakter masyarakat.
Ia menilai pendidikan sejati tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga hidup dalam praktik kebudayaan, keteladanan sosial, dan penghormatan terhadap tradisi.
Melalui perayaan Thaipusam, generasi muda diajak mengenal akar budayanya serta memahami makna spiritual di balik setiap rangkaian ritual yang dijalankan.
Pemko Medan, lanjutnya, berkomitmen menjaga harmoni sosial dan menjamin kebebasan setiap warga dalam menjalankan keyakinan serta tradisi budayanya.
Rico Waas menegaskan bahwa kemajuan kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas hubungan antarwarganya.
Baca juga: Pemprov Sumut Ingatkan Perusahaan: BPJS Kesehatan Pekerja Bukan Tanggung Jawab Negara
Ia berharap perayaan Thaipusam 2026 menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, memperdalam pengertian, dan menjaga kedamaian di Kota Medan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Medan, Benny Sinomba Siregar, melaporkan bahwa Thaipusam Medan Street 2026 merupakan bagian dari program pengembangan kebudayaan dan keagamaan Pemko Medan.
Rangkaian kegiatan berlangsung sejak pagi hingga malam hari, meliputi ritual Paal Kudham, atraksi tradisional, pawai kereta kencana, ritual di kuil, hiburan, tari, serta pameran dan kuliner.
Perayaan ini menjadi wujud nyata komitmen Pemko Medan dalam merawat kebersamaan serta menghormati keberagaman budaya, agama, dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemko Medan