Kamis, 29 JANUARI 2026 • 14:45 WIB

Di Pelantikan Rektor USU, Gubernur Sumut Angkat Isu Mahasiswa Korban Bencana

Author

Bobby Nasution saat hadiri pelantikan Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) periode 2026–2031, Prof. Dr. Muryanto amin S.Sos. M.Si, di Auditorium USU, Jalan Dr Mansyur, Medan, Rabu (28/1/2026). (Pemprov Sumut)

Sumatera Utara - Pelantikan Rektor Universitas Sumatera Utara periode 2026–2031 menjadi momen penting bagi dunia pendidikan di Sumatera Utara. Acara tersebut turut dimanfaatkan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution untuk menyampaikan perhatian terhadap mahasiswa terdampak bencana alam.

Muryanto Amin kembali dipercaya memimpin USU untuk periode kedua dan dilantik oleh Ketua Majelis Wali Amanat USU Agus Andrianto. Prosesi pelantikan berlangsung di Auditorium USU dan dihadiri sejumlah pejabat pusat dan daerah.Dalam sambutannya, Bobby Nasution mengungkapkan keprihatinan atas bencana alam yang melanda sebagian wilayah Sumut. Menurutnya, dampak bencana tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga berpengaruh pada keberlangsungan pendidikan.

Baca juga: PLN Sumut Ajak Warga Beralih ke Listrik Resmi dengan Cara Humanis

Gubernur secara khusus menyampaikan permohonan kepada Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Fauzan agar ada kebijakan relaksasi biaya pendidikan bagi mahasiswa yang terdampak.

Ia menilai banyak keluarga kehilangan harta benda akibat bencana, sehingga kemampuan membayar uang kuliah ikut terpengaruh. Kebijakan keringanan dinilai penting agar mahasiswa tetap dapat melanjutkan pendidikan.

Bobby berharap relaksasi biaya pendidikan mampu menjaga semangat belajar generasi muda. Pendidikan, menurutnya, tetap harus berjalan meskipun masyarakat sedang menghadapi masa sulit.

Selain isu kebencanaan, Bobby juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan pembangunan daerah. Ia menyoroti pentingnya integrasi antara dunia akademik dan dunia kerja.

Lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga memiliki kesiapan kerja, inovasi, serta kemampuan menciptakan lapangan kerja baru, khususnya di sektor hilirisasi.

Baca juga: PLN Sumut: Listrik Ilegal Picu Risiko Kebakaran dan Ancaman Jiwa

Wamen PTST Prof Fauzan dalam arahannya menantang kepemimpinan USU agar mampu menjawab kegelisahan masyarakat. Kampus diharapkan menjadi ruang sosial yang aktif merespons dinamika persoalan publik.

Ketua MWA USU Agus Andrianto juga mengingatkan pentingnya persatuan setelah proses pemilihan rektor. Perbedaan pandangan dinilai sebagai bagian dari demokrasi, namun harus bermuara pada kemajuan institusi.

Menanggapi berbagai harapan tersebut, Rektor USU Muryanto Amin menyatakan komitmennya memperkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi. USU, menurutnya, harus menjadi pusat solusi bagi masyarakat.

Pelantikan ini menjadi titik awal bagi USU untuk melangkah lebih jauh, tidak hanya sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah dan nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU