Jumat, 02 JANUARI 2026 • 16:00 WIB

Panorama Memikat, Infrastruktur Simago-Mago Sipirok Masih Terbatas

Author

Objek wisata panorama alam Bukit Simago-Mago di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, dipadati wisatawan lokal pada libur akhir tahun, Kamis (1/1/25). (ANTARA-Kodir Pohan) 

Sumatera Utara - Libur akhir tahun membawa lonjakan kunjungan wisatawan ke Bukit Simago-Mago di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan. Panorama alamnya menjadi daya tarik utama bagi pengunjung lokal.

Sejak pagi hingga siang hari, kawasan wisata tersebut dipadati wisatawan yang ingin menikmati pemandangan perbukitan dan udara sejuk khas dataran tinggi.

Meski pada sore hari turun gerimis, minat pengunjung tidak surut. Banyak wisatawan tetap bertahan di area puncak untuk menikmati suasana alam Simago-Mago.

Keramaian ini menunjukkan bahwa Simago-Mago memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata daerah. Hal tersebut dirasakan langsung oleh para pengunjung.

Salah satunya adalah Sigit Harahap, wisatawan asal Kota Padangsidimpuan. Ia menilai tingginya animo menjadi tanda bahwa kawasan ini layak dikembangkan lebih serius.

Baca juga: Lewat RUPS-LB, Bank Sumut Resmi Berubah Status Jadi Perseroda

Namun, di balik keindahan alamnya, masih terdapat sejumlah keterbatasan yang dirasakan pengunjung. Sarana dan prasarana menjadi sorotan utama.

Beberapa fasilitas umum dinilai belum memadai, seperti ruang shalat, tempat wudhu, dan kamar mandi. Ketersediaan area berteduh juga masih terbatas.

Kondisi tersebut terasa ketika hujan turun. Sebagian pengunjung kebingungan mencari tempat berlindung yang layak.

Ada yang memilih berteduh di bawah pepohonan, sementara lainnya kembali ke kendaraan atau menuju kafe terdekat untuk menghindari hujan.

Baca juga: Perumda Tirtanadi Sesuaikan Tarif, Masyarakat Berpenghasilan Rendah Diuntungkan

Selain fasilitas, akses jalan menuju lokasi juga menjadi perhatian. Jalan yang sempit dan berdekatan dengan jurang menyulitkan kendaraan roda empat saat berpapasan.

Pada puncak liburan, petugas menerapkan sistem buka-tutup kendaraan untuk mengantisipasi kepadatan arus menuju kawasan wisata.

Keterbatasan lahan parkir di puncak bukit turut menambah tantangan. Kendaraan harus menunggu di gerbang masuk hingga area parkir tersedia.

Kondisi ini menunjukkan perlunya penataan dan peningkatan fasilitas pendukung agar potensi wisata Simago-Mago dapat berkembang secara optimal dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU