Jumat, 02 JANUARI 2026 • 15:45 WIB

Bersihkan Fasilitas Publik Pascabanjir, Damkarmat Medan Bertahan Hingga Akhir Tahun

Author

personel Damkarmat Kota Medan membagikan air bersih kepada warga Aceh Tamiang. (Pemko Medan) 

Sumatera Utara - Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang menyisakan lumpur dan material yang melumpuhkan berbagai fasilitas umum. Kondisi tersebut mendorong Dinas Kebakaran dan Keselamatan Kota Medan turun langsung membantu pemulihan.

Sejak awal Desember 2025, puluhan personel Damkarmat Kota Medan diterjunkan untuk menjalankan misi kemanusiaan. Mereka bekerja membersihkan dampak banjir di sejumlah titik penting.

Misi tersebut berlangsung hampir satu bulan penuh, dimulai pada 7 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Selama itu, personel tetap bertahan di lapangan.

Fokus utama kegiatan adalah memastikan aktivitas pemerintahan dan sosial dapat kembali berjalan. Oleh karena itu, pembersihan dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Baca juga: Berkat Strategi 4K, Tekanan Inflasi Sumut Terus Menurun

Plt Kepala Dinas Damkarmat Kota Medan, Wandro Abadi Agnellus Malau, menjelaskan bahwa area yang dibersihkan mencakup berbagai fasilitas publik.

Sejumlah kantor pemerintahan, mulai dari kantor bupati, dinas, hingga kantor kecamatan menjadi prioritas pembersihan agar pelayanan publik dapat segera pulih.

Selain itu, rumah ibadah dan sekolah juga menjadi sasaran kerja para personel. Permukiman warga di Desa Kota Lintang Bawah turut dibersihkan karena mengalami dampak cukup parah.

Untuk menjaga efektivitas, Damkarmat Medan mengirimkan personel secara bertahap. Pada gelombang pertama dan kedua, sebanyak 52 personel diterjunkan.

Baca juga: Bobby Nasution Dampingi Presiden Menyapa Pengungsi dan Cek Jembatan Garoga

Sementara itu, gelombang ketiga menambah 14 personel guna melanjutkan pekerjaan di lapangan. Pola pengiriman ini dilakukan agar tenaga tetap terjaga.

Tak hanya mengandalkan personel, Damkarmat juga mengerahkan berbagai armada pendukung. Mulai dari mobil pemadam berkapasitas besar hingga kendaraan khusus penyelamatan.

Meski fokus membantu daerah terdampak, Wandro Malau menegaskan kesiapsiagaan di Kota Medan tetap terjaga. Penempatan armada telah diperhitungkan secara matang.

Dengan strategi tersebut, Damkarmat Kota Medan memastikan pelayanan pemadaman kebakaran di daerah asal tidak terganggu, sembari tetap berkontribusi dalam misi kemanusiaan di Aceh Tamiang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemko Medan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU