Sabtu, 27 DESEMBER 2025 • 09:25 WIB

Saat Bantuan Tak Tepat Guna: Pakaian Bekas Menumpuk di Lokasi Bencana Garoga

Author

Pakaian bekas yang tampak menggunung di depan salah satu puing rumah warga Desa Garoga, 25 November 2025 (ANTARA-Kodir Pohan) 

Sumatera Utara - Pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, muncul persoalan baru di tengah upaya pemulihan. Tumpukan pakaian bekas layak pakai justru terlihat menggunung di sejumlah titik lokasi terdampak.

Pemandangan tersebut kontras dengan kondisi sekitar yang masih dipenuhi puing rumah, kayu patah, dan lumpur sisa bencana. Bantuan yang datang dengan niat baik berubah menjadi tantangan tersendiri.

Pantauan di lapangan menunjukkan pakaian bekas menumpuk hingga memenuhi teras dan ruangan Kantor Camat Batang Toru. Sebagian besar bantuan tersebut tampak tidak dimanfaatkan oleh para penyintas.

Meski kondisinya masih layak pakai, pakaian-pakaian tersebut kurang diminati. Akibatnya, tumpukan pakaian menjadi beban tambahan dalam proses pembersihan pascabencana.

Baca juga: Status Tanggap Darurat Bencana di Sumut Kembali Diperpanjang Hingga Akhir Desember

Bantuan yang tidak terkelola dengan baik berpotensi berubah menjadi “limbah” di tengah kondisi darurat. Hal ini menunjukkan bahwa bantuan tidak hanya soal jumlah, tetapi juga ketepatan jenis dan pengelolaan.

Di Desa Garoga, kebutuhan penyintas lebih dari sekadar pakaian. Pengelolaan bantuan yang tidak terarah justru dapat menghambat proses pemulihan.

Situasi ini menjadi pelajaran penting bahwa empati perlu diiringi perencanaan dan koordinasi yang baik agar bantuan benar-benar bermanfaat.

Menurut data BPBD Tapanuli Selatan, dampak bencana di wilayah tersebut sangat besar. Jumlah korban meninggal tercatat mencapai 88 orang.

Baca juga: Bobby Nasution Percepat Pembangunan Hunian Tetap bagi Korban Banjir dan Longsor

Selain itu, sekitar 30 orang dilaporkan hilang dan ribuan warga terpaksa mengungsi akibat kehilangan tempat tinggal.

Kondisi ini menuntut penanganan yang terfokus dan efektif agar proses pemulihan berjalan optimal.

Di tengah upaya tersebut, pengelolaan bantuan menjadi aspek penting agar tidak menambah persoalan baru bagi para penyintas.

Bencana di Garoga menegaskan bahwa solidaritas perlu disertai ketepatan agar benar-benar meringankan beban warga terdampak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA, ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU