Kamis, 11 DESEMBER 2025 • 23:33 WIB

Ramai Isu Pemangkasan, Bobby Beberkan Alur Anggaran Bencana Sumut

Author

Bobby Nasution saat memberikan pertanyaan kepada Wartawan, Rabu (10/12/2025). (Pemprov Sumut)

Sumatera Utara - Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, memberikan klarifikasi terkait isu pemangkasan anggaran penanganan bencana yang ramai dibicarakan publik. Beberapa kabar menyebutkan bahwa anggaran tersebut dipotong drastis dari Rp843 miliar menjadi Rp98 miliar pada tahun 2025. Menanggapi hal itu, Bobby langsung menepis informasi tersebut.

Ia mempertanyakan asal-usul isu tersebut ketika dijumpai wartawan. Menurutnya, angka yang beredar jauh berbeda dari dokumen resmi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) yang dibahas bersama DPRD Sumut. Klarifikasi ini disampaikannya pada Rabu, 10 Desember 2025.

Bobby menegaskan bahwa angka anggaran penanganan bencana yang disahkan bersama DPRD adalah sebesar Rp123 miliar. Ia menyarankan agar publik melihat langsung dokumen R-APBD 2025 agar tidak terjadi kesalahpahaman. Dengan begitu, informasi mengenai anggaran dapat dipastikan merujuk pada data yang benar.

Lebih lanjut, Bobby menjelaskan bahwa dinamika anggaran tahun 2025 tidak terlepas dari kebijakan efisiensi nasional. Pemerintah pusat mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang meminta seluruh pemerintah daerah melakukan efisiensi terhadap anggaran. Kebijakan inilah yang turut memengaruhi penataan anggaran di Sumut.

Baca juga: Semangat Gotong Royong, 1.000 Paket Bantuan Dibagikan ke Korban Banjir Medan

Ia menjelaskan bahwa anggaran hasil efisiensi tersebut tidak hilang, melainkan dipindahkan ke pos Belanja Tak Terduga (BTT). Pos ini tidak hanya digunakan untuk penanganan bencana, tetapi juga untuk sejumlah kebutuhan lain yang mendesak. Salah satunya adalah pembayaran bonus atlet PON dan Peparnas 2024, yang sebelumnya belum sepenuhnya dialokasikan.

Selain itu, sebagian BTT juga dialokasikan untuk memperbaiki infrastruktur yang tidak termasuk dalam rencana awal APBD. Salah satunya adalah pembangunan kembali jembatan di Nias Barat yang rusak total dan membutuhkan penanganan segera. Kondisi mendesak itulah yang membuat BTT menjadi sumber pendanaan alternatif.

Bobby menegaskan bahwa masyarakat dapat mengecek kembali dokumen R-APBD 2025 untuk melihat besaran anggaran secara lengkap. Menurutnya, isu mengenai pemangkasan ratusan miliar tidak sesuai dengan data anggaran yang telah disahkan.

Ia memastikan bahwa pemerintah provinsi tetap mengutamakan kebutuhan penanganan bencana, terutama melihat kondisi geografis Sumut yang rawan bencana. Dengan pemindahan pos anggaran ke BTT, ia menegaskan fleksibilitas pemerintah dalam menangani kebutuhan mendesak tetap berjalan.

Baca juga: Pengajian Akbar Medan Selayang, Ribuan Jamaah Doakan Korban Banjir

Klarifikasi itu disampaikan untuk menghindari kesalahpahaman publik terkait alokasi anggaran. Bobby berharap informasi yang benar dapat memberikan kejelasan kepada masyarakat.

Ia juga mengingatkan pentingnya transparansi dalam memahami struktur anggaran daerah. Dengan begitu, diskusi publik mengenai anggaran dapat berlangsung secara sehat dan berdasarkan data yang akurat.

Melalui penjelasan tersebut, Bobby menutup isu pemangkasan anggaran bencana yang sempat menimbulkan keresahan. Ia menegaskan bahwa penanganan bencana tetap menjadi prioritas pemerintah provinsi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU