Sumatera Utara - Rapat Evaluasi Penanganan Bencana yang digelar di Posko Darurat Bencana Sumatera Utara menghasilkan rekomendasi penting. Salah satunya adalah perpanjangan masa Tanggap Darurat Banjir dan Longsor selama dua minggu ke depan. Keputusan itu diambil menyusul laporan bahwa 18 kabupaten/kota masih berada dalam kondisi yang belum aman dari ancaman bencana.
Ketua Harian Posko Darurat Bencana Sumut, Basarin Yunus Tanjung, menyampaikan bahwa perpanjangan ini diperlukan untuk menyempurnakan langkah-langkah tanggap darurat yang masih berlangsung. Ia menekankan bahwa banyak wilayah masih membutuhkan perhatian intensif.
Salah satu daerah yang dinilai memerlukan penanganan lebih adalah Kabupaten Tapanuli Selatan. Basarin menyoroti curah hujan tinggi di beberapa titik, termasuk Desa Garoga, sebagai alasan utama perlunya perpanjangan masa darurat.
Baca juga: Layanan Kesehatan Darurat Disiagakan Pemprov Sumut di Seluruh Lokasi Bencana
Rapat evaluasi juga merinci daerah-daerah lain yang direkomendasikan untuk memperpanjang status tanggap darurat. Beberapa di antaranya adalah Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Langkat. Kondisi cuaca ekstrem yang diprediksi masih berlanjut menjadi pertimbangan utama.
Selain status darurat, rapat juga membahas kesiapan logistik. Dengan prakiraan cuaca yang menunjukkan intensitas hujan tinggi pada 8–15 Desember 2025, distribusi logistik harus dipastikan berjalan tanpa kendala.
Basarin menjelaskan bahwa pemerintah menyiapkan pola distribusi dari tingkat provinsi hingga kabupaten. Penguatan logistik dinilai penting untuk mendukung masyarakat terdampak yang masih berada dalam kondisi rentan.
Prioritas lainnya adalah percepatan pemulihan para pengungsi. Banyak fasilitas penting yang belum kembali normal sehingga langkah pemulihan harus dilakukan secara intensif, mulai dari kesehatan hingga layanan pendidikan.
Baca juga: Banjir Melanda, Pemko Medan Rangkul dan Bantu Para Jurnalis
Ia juga menyoroti pentingnya pemulihan fasilitas pendidikan agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan. Ketersediaan pelayanan kesehatan juga menjadi salah satu fokus utama dalam masa darurat ini.
Selain itu, perbaikan jaringan vital seperti listrik dan air bersih terus diupayakan. Pemerintah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pemasokan kebutuhan dasar tidak terganggu.
Basarin juga mengungkapkan bahwa akses ke sejumlah desa masih sangat terbatas. Beberapa wilayah hanya dapat dicapai dengan berjalan kaki karena jalur lainnya belum dapat dilalui.
Dengan situasi tersebut, perpanjangan masa darurat dinilai sebagai langkah realistis untuk memastikan seluruh wilayah mendapat penanganan optimal dan pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan terarah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA