Rabu, 10 DESEMBER 2025 • 21:12 WIB

Kerugian Banjir dan Longsor di Sumut Tembus Rp9,98 Triliun

Author

Bobby Nasution saat rapat terbatas dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara daring di Posko Tanggap Bencana di Gedung Bakti Kwarda Sumut, Jalan AH Nasution, Medan, Minggu (7/12/2025). (Pemprov Sumut)

Sumatera Utara - Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara meninggalkan dampak kerugian besar. Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menyampaikan bahwa total kerusakan yang dihimpun pemerintah mencapai angka Rp9,98 triliun. Estimasi tersebut mencakup berbagai sektor yang terdampak dalam skala luas.

Pernyataan itu ia sampaikan setelah mengikuti rapat terbatas secara daring bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dari Posko Tanggap Bencana di Gedung Bakti Kwarda Sumut, Medan. Dalam kesempatan tersebut, Bobby menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus memaksimalkan penanganan bencana.

Kerugian terbesar terlihat pada sektor infrastruktur. Tercatat, 23 ruas jalan nasional dan 3 jembatan nasional mengalami kerusakan. Selain itu, 25 ruas jalan serta 5 jembatan di tingkat provinsi juga tercatat rusak berat dan membutuhkan penanganan serius.

Baca juga: Sumut Tekankan Peran Media dalam Pembangunan, Dorong Wartawan Semakin Profesional

Sektor pertanian turut terdampak signifikan. Pemerintah mendata kerusakan pada 4.359 meter saluran irigasi, 26 titik tanggul, serta lebih dari 38 ribu hektare lahan pertanian. Dari total tersebut, 5.750 hektare dinyatakan puso. Sementara itu, sektor perkebunan mencatat kerugian pada 28.328 hektare lahan.

Di sisi lain, sektor peternakan juga mengalami kerugian besar dengan lebih dari 161 ribu ekor ternak terdampak. Kondisi ini menambah panjang daftar dampak ekonomi dan sosial yang ditimbulkan bencana.

Kerusakan tak kalah besar terjadi pada fasilitas pendidikan. Ada sekitar 397 sekolah dari berbagai jenjang mulai SD hingga SLB yang ikut terdampak. Sektor kesehatan juga berjuang dengan kerusakan pada 18 rumah sakit, 25 puskesmas, 19 puskesmas pembantu, serta 9 polindes.

Rumah warga menjadi salah satu sektor paling terdampak, dengan lebih dari 99 ribu unit rumah mengalami kerusakan. Rumah ibadah pun tidak luput dari bencana, tercatat 131 unit terkena dampaknya.

Secara keseluruhan, bencana ini memengaruhi kehidupan 420.631 kepala keluarga dengan total 1,57 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, lebih dari 45 ribu jiwa kini berada di pengungsian. Angka korban juga menunjukkan situasi darurat dengan 330 orang meninggal dunia, 650 mengalami luka, dan 136 masih dinyatakan hilang.

Baca juga: Pemprov Sumut Gerak Cepat Salurkan Bantuan dari Pekanbaru untuk Daerah Terdampak

Bobby menegaskan bahwa pencarian korban hilang tetap menjadi prioritas. Ia memastikan bahwa pembaruan data terus dilakukan dan akses menuju lokasi-lokasi sulit sedang diupayakan.

Meski masih terdapat 13 kecamatan yang terisolasi akibat kerusakan akses darat, distribusi bantuan logistik tetap berjalan. Pemerintah memastikan semua wilayah terjangkau meski harus menggunakan jalur non-darat.

Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi kerja seluruh pihak dalam penanganan bencana ini. Ia menilai bahwa kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, dan berbagai elemen mampu memperkuat upaya menghadapi musibah besar ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU