Jumat, 05 DESEMBER 2025 • 01:54 WIB

Instruksi Sigap Bencana Gubernur Sumut Bobby Nasution Sejak September

Author

Gubernur Sumut saat gelar rakor kesiapsiagaan banjir bandang akibat bencana hidrometeorologi basah secara virtual bersama Kepala BMKG RI Dwikorita Karnawati di Kantor Camat Desa Timbang Jaya, Kabupaten Langkat, Jumat (26/9/2025) lalu. (Pemprov Sumut)

Sumatera Utara - Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, ternyata sudah lebih dahulu mengantisipasi potensi bencana di wilayahnya. Jauh sebelum banjir dan longsor terjadi di beberapa daerah, ia telah mengeluarkan instruksi kesiapsiagaan sejak September 2025. Instruksi ini ditujukan kepada seluruh bupati dan wali kota se-Sumut untuk meningkatkan kewaspadaan.

Instruksi tersebut diterbitkan pada 16 September 2025 dengan Nomor 188.54/INST/2025. Isinya menegaskan peringatan dini serta kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi basah. Langkah ini dibuat berdasarkan informasi iklim dari BMKG Sumut yang menyebut curah hujan pada September hingga November berada dalam kategori sedang hingga tinggi.

Melalui instruksi tersebut, Gubernur Bobby menekankan pentingnya memperkuat koordinasi dengan BMKG Wilayah I demi mendapatkan peringatan dini secara akurat. Informasi tersebut selanjutnya harus segera disebarluaskan agar pemerintah daerah bisa memberikan respons cepat.

Baca juga: BBM Mengalir Lebih Cepat, Distribusi Gas ke Warga Tapteng Dipastikan Aman

Pemda juga diminta melakukan identifikasi potensi bencana hidrometeorologi basah di wilayah masing-masing. Mekanisme peringatan dini diminta berjalan penuh, mulai dari pengamatan, analisa, pengambilan keputusan hingga penyampaian informasi kepada masyarakat.

Salah satu fokus utama dalam instruksi ini adalah peningkatan kewaspadaan di wilayah rawan seperti daerah aliran sungai dari hulu hingga hilir serta kawasan lereng dan tebing. Kedua lokasi tersebut berisiko tinggi mengalami banjir maupun longsor ketika curah hujan meningkat.

Instruksi berikutnya menekankan perlunya koordinasi berjenjang antara pemerintah pusat, instansi vertikal, hingga pemerintah daerah. BPBD di tiap daerah juga diminta mengoptimalkan perannya sebagai koordinator penanggulangan bencana.

Gubernur Bobby juga menginstruksikan pemerintah daerah menyiapkan jalur evakuasi dan lokasi pengungsian. Kedua hal tersebut harus disosialisasikan dengan baik agar masyarakat tidak kebingungan saat kondisi darurat terjadi.

Selain itu, daerah juga diminta mengidentifikasi kebutuhan sumber daya untuk menghadapi bencana. Jika ditemukan kekurangan, pemerintah daerah harus segera menyusun rencana kontinjensi yang memadai.

Baca juga: Sumut Pulihkan Akses: Dari Jalur Alternatif Hingga Penyeberangan Darurat

Instruksi tersebut sekaligus memperjelas arah kebijakan mitigasi bencana di Sumut. Dengan musim hujan yang diprediksi berlangsung intens, langkah antisipasi menjadi prioritas.

Tak hanya melalui surat instruksi, Gubernur Bobby juga aktif memantau kesiapsiagaan di lapangan. Ia menggelar rapat koordinasi secara virtual bersama Kepala BMKG RI Dwikorita Karnawati.

Rapat itu berlangsung di Kantor Camat Desa Timbang Jaya, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat pada 26 September 2025. Di sana, Gubernur menegaskan kembali pentingnya kesiapsiagaan seluruh pihak terhadap ancaman banjir bandang dan bencana hidrometeorologi basah lainnya.

Melalui rangkaian langkah ini, Pemerintah Provinsi Sumut menunjukkan bahwa antisipasi bencana dilakukan secara terencana, sejak sebelum kondisi memburuk di berbagai daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU