Sumatera Utara - Banjir yang melanda sejumlah wilayah Kota Medan beberapa waktu lalu meninggalkan dampak besar, termasuk pada fasilitas kesehatan. Salah satu yang terdampak adalah UPT Puskesmas Sei Agul di Kecamatan Medan Barat. Kondisi ini menjadi perhatian Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang langsung turun melihat situasi di lokasi.
Pada kunjungannya, Rico Waas datang bersama Ketua TP PKK Kota Medan, Ny Airin Rico Waas. Mereka meninjau kondisi puskesmas yang sebelumnya terendam banjir cukup tinggi. Air sempat mencapai dada orang dewasa, menyebabkan sejumlah fasilitas kesehatan mengalami kerusakan.
Rico Waas menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti meski dalam kondisi darurat. Menurutnya, puskesmas memainkan peran penting terutama pada masa setelah bencana, ketika masyarakat banyak membutuhkan perawatan kesehatan.
Ia meminta jajaran puskesmas untuk tetap memberikan layanan terbaik meskipun fasilitas belum sepenuhnya pulih. Dalam situasi terbatas sekalipun, ia menilai bahwa masyarakat tetap harus mendapatkan akses kesehatan yang memadai.
Baca juga: Bulog Sumut Kirim 2.269 Ton Beras bagi Warga Terdampak Banjir dan Longsor
Dalam kesempatan tersebut, Rico juga melihat secara langsung sisa-sisa genangan banjir di dalam bangunan puskesmas. Beberapa ruangan tampak masih merekam jejak lumpur yang menempel setelah air surut. Namun, ia mengapresiasi tenaga kesehatan yang tetap bekerja di tengah keterbatasan.
Selain menyoroti layanan kesehatan, Rico Waas menyinggung soal lokasi bangunan puskesmas yang berdekatan dengan pipa gas. Ia menilai kondisi ini cukup riskan terutama ketika bencana terjadi. Menurutnya, rencana pemindahan puskesmas perlu segera direalisasikan demi keamanan pegawai dan masyarakat.
Usai meninjau fasilitas pelayanan kesehatan, Rico Waas melanjutkan perjalanan ke kawasan permukiman warga di sekitar puskesmas. Di sana, ia menyapa warga yang tengah membersihkan rumah dari sisa lumpur banjir. Ia juga sempat mendengarkan keluhan warga terkait musibah yang terjadi.
Kepala Puskesmas Sei Agul, Ratna, menjelaskan bahwa sebagian besar peralatan kesehatan rusak akibat terendam banjir. Meskipun begitu, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sebagaimana mestinya dengan memaksimalkan sarana yang masih bisa digunakan.
Baca juga: Wagub Sumut Tegaskan Stok Beras Bulog Aman untuk Korban Bencana
Ratna menambahkan bahwa tenaga kesehatan dari puskesmas juga ikut berpartisipasi dalam posko penanganan banjir yang dibentuk Pemerintah Kota Medan. Keterlibatan ini dilakukan agar pelayanan bagi warga terdampak tetap terpenuhi.
Melalui kunjungan ini, pemerintah ingin memastikan bahwa masyarakat mendapat perhatian yang layak meski fasilitas kesehatan sedang berada dalam fase pemulihan. Rico berharap pelayanan puskesmas dapat kembali pulih secara bertahap.
Kondisi puskesmas yang rusak diharapkan segera mendapat penanganan lebih lanjut. Pemerintah juga mempertimbangkan langkah-langkah terbaik agar fasilitas kesehatan di wilayah tersebut dapat kembali optimal dalam waktu dekat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemko Medan