Senin, 01 DESEMBER 2025 • 08:05 WIB

12 Ribu Lebih Warga Langkat Mengungsi, Bantuan Darurat Terus Mengalir

Author

Bupati Langkat Syah Afandin saat berikan keterangan terkait data sementara terdapat 12.337 jiwa warga yang mengungsi ke berbagai tempat penampungan, di Stabat, Minggu (30/11/2025) (ANTARA/imam Fauzi) 

Sumatera Utara - Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Langkat menyebabkan puluhan ribu warga mengungsi. Bupati Langkat, Syah Afandin, menyampaikan data sementara bahwa terdapat 12.337 jiwa yang kini berada di lokasi pengungsian.

Selain itu, tiga korban jiwa juga dilaporkan meninggal dunia. Ketiganya merupakan anak-anak berusia dua dan empat tahun. Data ini disampaikan Syah Afandin saat berada di Posko Kedaruratan BPBD Langkat di Kecamatan Stabat pada Minggu.

Sejumlah bantuan mulai disalurkan ke posko-posko yang menampung para pengungsi. Hingga saat ini, bantuan yang telah dikirim meliputi 50 ton beras, 1.000 kotak air bersih, serta 5.000 papan telur.

Baca juga: Dari Pesisir ke Masa Depan: Mangrove 8.307 Hektare Warnai Komitmen Sumut

Para pengungsi tersebar di berbagai titik, termasuk gedung-gedung di Kota Stabat seperti Mabmi, Hikma, PKK, dan Pegnasos. Banyak dari mereka berasal dari Padang Tualang, Tanjung Pura, Hinai, dan wilayah lainnya yang terdampak banjir.

Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan, baik secara pribadi, organisasi, maupun pemerintah daerah lain yang ikut peduli terhadap kondisi Langkat.

Ia menegaskan bahwa semua bantuan yang masuk berusaha disalurkan secepat mungkin ke titik-titik bencana. Penyaluran dilakukan dengan dukungan penuh dari TNI dan Polri untuk memastikan bantuan tiba tepat sasaran.

Syah Afandin juga menuturkan bahwa koordinasi terus berlangsung agar kebutuhan dasar warga terpenuhi. Pemerintah daerah, BPBD, dan unsur lainnya terus memantau perkembangan situasi.

Baca juga: Distribusi Zakat Melonjak Tajam, Baznas Sumut Dapat Apresiasi Wagub

Pengungsi di sejumlah lokasi berharap kondisi segera membaik agar mereka bisa kembali ke rumah masing-masing. Namun hingga kini, sebagian wilayah masih tergenang sehingga warga masih harus bertahan di posko.

Pihak pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Kondisi cuaca yang masih tidak stabil membuat ancaman genangan baru belum sepenuhnya hilang.

Penanganan lanjutan akan terus diprioritaskan agar warga terdampak mendapat perlindungan maksimal. Pemerintah menegaskan komitmen untuk mempercepat pemulihan hingga kondisi benar-benar pulih kembali.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU