Senin, 01 DESEMBER 2025 • 08:36 WIB

Evakuasi Berlanjut, Ribuan Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Author

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. (Pemko Medan)

Sumatera Utara - Curah hujan ekstrem sejak 26 hingga 28 November 2025 membuat hampir seluruh kecamatan di Kota Medan mengalami banjir besar. Kondisi ini memaksa puluhan ribu warga meninggalkan rumah mereka. Berdasarkan data terbaru yang dirilis pada Sabtu pagi (29/11/2025), tercatat 85.591 jiwa mengungsi dari 514 titik banjir menuju 305 lokasi penampungan.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menjelaskan bahwa situasi cuaca yang memburuk pada 26—28 November menjadi pemicu utama meluasnya banjir. Ia menyampaikan hal tersebut setelah menggelar pertemuan dengan PLN dan Pertamina untuk membahas penanganan bencana.

Sejak 27 November, Pemko Medan mulai mengerahkan seluruh camat, lurah, relawan, BPBD, serta TNI dan Polri untuk mempercepat evakuasi. Upaya besar-besaran dilakukan terutama pada malam hingga dini hari di kawasan Medan Helvetia, termasuk daerah Gaperta Ujung.

Baca juga: Gencar Tangani Bencana, Pemprov Sumut Turunkan Tim Evakuasi ke Lapangan

Rico Waas menjelaskan bahwa sekitar 20 ribu warga Helvetia harus dievakuasi. Meski genangan mulai surut pada 28 November, situasi berbeda justru terjadi di wilayah Medan Utara yang menjadi titik terparah berikutnya.

Empat kecamatan di Medan Utara—Medan Deli, Labuhan, Marelan, dan Belawan—mengalami banjir meluas dipicu tingginya debit air. Komunikasi pun terputus di beberapa lokasi, terutama di Marelan dan Labuhan, sehingga menyulitkan tim di lapangan.

Wali Kota menegaskan bahwa evakuasi dan penyaluran bantuan di daerah yang masih tergenang menjadi prioritas utama. Posko siaga banjir tetap beroperasi selama 24 jam melalui call center 112.

Untuk menjamin pemenuhan kebutuhan dasar, hingga kini sudah ada 157 dapur umum yang didirikan bersama masyarakat. Kecamatan Medan Deli menjadi wilayah dengan dapur umum terbanyak, disusul Marelan, Maimun, dan Helvetia.

Selain fokus pada pengungsi, Pemko Medan juga menangani gangguan listrik. Lima gardu induk dilaporkan terendam banjir sehingga listrik padam di sejumlah titik. Namun perbaikan terus berjalan secara bertahap.

Baca juga: Perlindungan Pekerja Rentan Diperkuat, Pemprov Sumut Percepat Kepesertaan Jamsostek

Pertamina juga melaporkan adanya hambatan distribusi BBM akibat angin kencang di Belawan dan Labuhan. Kapal pembawa BBM tidak dapat berlabuh tepat waktu, membuat pasokan tersendat meski stok sebenarnya mencukupi.

Wali Kota mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian bahan bakar secara berlebihan. Pertamina disebut terus mempercepat penyaluran agar kebutuhan masyarakat terpenuhi secara merata.

Pemko Medan memastikan seluruh jajaran tetap siaga hingga kondisi benar-benar pulih. Rico Waas menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi antarlembaga sebagai kunci menghadapi bencana ini secara bersama-sama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemko Medan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU