Selasa, 28 OKTOBER 2025 • 08:41 WIB

Wagub Sumut Tegaskan Pentingnya Operasi Pasar untuk Kendalikan Inflasi Akhir Tahun

Author

Wagub Surya saat ikuti Rakor Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan Program Koperasi Merah Putih dan Tiga Juta Rumah, secara virtual dari Ruang Rapat Wagub Sumut, Medan, Senin (27/10/2025). (Pemprov Sumut) 

Sumatera Utara - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk segera melakukan pemantauan terhadap harga bahan pokok di pasaran. Langkah ini diambil guna mencegah lonjakan harga dan memastikan pasokan pangan tetap stabil di seluruh daerah.

Instruksi tersebut disampaikan Wagub Surya usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan Program Koperasi Merah Putih dan Tiga Juta Rumah. Acara ini digelar secara virtual dari Ruang Rapat Wagub, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (27/10/2025).

Dalam arahannya, Surya menegaskan pentingnya upaya pemerintah daerah untuk menjaga kestabilan harga sekaligus menjamin ketersediaan pasokan bahan pokok di pasar. Menurutnya, kelancaran distribusi barang dari daerah produsen ke konsumen harus tetap terjaga agar harga tidak melonjak.

“Maka itu perlu dilakukan monitoring harga kebutuhan pokok, operasi pasar, dan program pasar murah. Kalau ada, segerakan pelaksanannya,” tegas Surya.

Baca juga: Dari Rp3 ke Rp8 Miliar per Hari, Pendapatan Pajak Kendaraan Sumut Melejit Tajam

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang turut hadir secara virtual menekankan bahwa Rakor ini menjadi forum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengawal program prioritas pembangunan. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas harga bahan pokok sebagai bagian dari pengendalian inflasi nasional.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi nasional pada minggu keempat Oktober 2025 dipengaruhi oleh kenaikan harga daging ayam ras, bawang merah, dan tomat. Sementara itu, Sumut mencatat Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebesar 0,42%, yang dipengaruhi oleh cabai merah dan telur ayam ras.

Menariknya, meski harga pangan mengalami tekanan, Sumut justru mencatat surplus produksi. Produksi daging ayam ras di provinsi ini mencapai 220.235 ton, lebih tinggi dari kebutuhan yang hanya 182.394 ton. Begitu juga dengan produksi telur ayam ras yang mencapai 582.265 ton, sedangkan kebutuhan masyarakat sebesar 349.802 ton.

Baca juga: Biro Adpim Sumut Tegaskan Komitmen Perkuat Citra Positif Pemerintah Daerah

Dengan angka surplus tersebut, Wagub Surya optimistis Sumut dapat menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi jelang akhir tahun. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi agar pelaksanaan operasi pasar dapat segera dilakukan.

“Sumut harus bisa memastikan stok pangan aman hingga perayaan Nataru nanti. Ketersediaan dan distribusi menjadi kunci utama,” ujarnya.

Rakor ini diikuti oleh kepala daerah, Sekda, dan perwakilan Bappelitbang se-Indonesia. Kegiatan tersebut juga digelar serentak bersama para Sekda di Balairung Rudini, Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Dengan langkah cepat ini, Pemprov Sumut berharap kestabilan harga dan ketersediaan pangan tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat merayakan Nataru dengan tenang tanpa khawatir akan lonjakan harga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU