Sumatera Utara - Program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas, yang dikenal dengan Program Berobat Gratis (Probis) Sumut Berkah, kini berjalan dengan baik di seluruh wilayah Sumatera Utara. Program ini diluncurkan oleh Gubernur Sumut, Bobby Nasution, dan langsung mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Faisal Hasrimy, menyampaikan bahwa pada awal peluncuran memang terjadi lonjakan masyarakat yang memanfaatkan layanan tersebut. Namun, dengan dukungan fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan, kondisi itu dapat ditangani dengan cepat.
Menurut Faisal, pendampingan yang dilakukan secara intens bersama BPJS Kesehatan serta edukasi kepada rumah sakit menjadi kunci kelancaran layanan ini. Kini, pelayanan telah kembali berjalan normal tanpa kendala berarti.
Ia juga menegaskan bahwa sesuai arahan Gubernur Bobby Nasution, rumah sakit dilarang menolak pasien. Untuk mengantisipasi keterbatasan kamar, setiap rumah sakit diwajibkan menyediakan minimal 30% kamar kelas tiga bagi pasien BPJS.
Baca juga: Patogar Indonesia Tegaskan Komitmen Jaga Etika dan Adat Batak
Apabila kamar kelas tiga penuh, rumah sakit dapat menaikkan kelas pasien tanpa menambah biaya, sesuai kesepakatan dengan BPJS Kesehatan. Hal ini diatur untuk memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan layanan tanpa hambatan administratif.
Faisal menambahkan, pemerintah telah menugaskan penanggung jawab di setiap rumah sakit untuk memastikan aturan ini dijalankan. Selain itu, proses administrasi juga diberi kelonggaran selama tiga kali 24 jam agar pasien bisa segera mendapat layanan.
Dinas Kesehatan Sumut juga membentuk tim pengendali mutu untuk menindaklanjuti setiap pengaduan dari masyarakat. Tim ini akan turun langsung ke lapangan jika terjadi perselisihan antara pasien dan tenaga medis.
Jika hasil evaluasi menunjukkan pelanggaran, rumah sakit yang tidak memperbaiki pelayanan sesuai rekomendasi dapat disarankan untuk diputus kerja samanya dengan BPJS.
Baca juga: Semarak di UNIMED! Kapolda Sumut Resmikan Kejuaraan Basket Antar Pelajar “Kapoldasu Cup 2025”
Faisal juga mengingatkan masyarakat peserta mandiri agar tetap aktif membayar iuran BPJS. Ia menyebut, konsep UHC Prioritas dibangun atas semangat gotong royong antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan masyarakat.
Dalam skema pembiayaan, Pemprov Sumut menanggung 20% beban biaya, sedangkan 80% ditanggung oleh kabupaten dan kota. Hal ini menunjukkan kolaborasi yang kuat dalam memastikan kesehatan masyarakat Sumut tetap terjamin.
Dengan sistem yang semakin tertata, Faisal optimistis program berobat gratis ini akan terus memberi manfaat besar bagi masyarakat di seluruh Sumatera Utara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA, PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA