Sumatera Utara - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) terus memperkuat sektor kelautan dan perikanan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya. Upaya ini dilakukan melalui pengembangan kawasan unggulan perikanan tangkap dan budidaya yang terintegrasi dengan program ekonomi biru.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumut, Supriyanto, menjelaskan bahwa peningkatan taraf hidup nelayan merupakan bagian dari misi Gubernur Sumut, Bobby Nasution, dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Program ini dirancang agar manfaat ekonomi laut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pembentukan Kampung Nelayan Berkah dan Kampung Budidaya Perikanan Berkah. Kedua kawasan ini tak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga pusat pengelolaan berbasis komunitas dan produksi perikanan.
Baca juga: Bobby Nasution Gas Proyek BRT Mebidang, Siap Hadirkan Transportasi Modern di Sumut
Kampung nelayan akan difokuskan pada pengelolaan hasil tangkap, sementara kampung budidaya diarahkan menjadi sentra produksi ikan untuk memenuhi kebutuhan lokal dan ekspor. Pemprov Sumut juga telah melakukan survei wilayah untuk menetapkan lokasi kampung tersebut.
Provinsi Sumut memiliki luas laut mencapai 3,8 juta hektare, dengan 229 pulau, termasuk tiga pulau terluar. Data tahun 2023 mencatat ada lebih dari 182 ribu nelayan dan hampir 59 ribu pembudidaya ikan di wilayah ini.
Produksi ikan di Sumut tahun lalu mencapai lebih dari 600 ribu ton per tahun. Selain itu, terdapat ribuan kapal perikanan yang beroperasi, mulai dari kapal motor kecil hingga kapal besar di atas 30 GT.
Baca juga: Puluhan Siswa di Toba Diduga Keracunan, Tim Gerak Cepat Pemprov Sumut Turun Tangan
Pemprov Sumut juga memperkuat aspek konservasi laut dengan melindungi ekosistem penting seperti terumbu karang, mangrove, dan padang lamun. Upaya ini dilakukan agar sumber daya laut tetap berkelanjutan.
Kawasan konservasi terpadu menjadi bagian penting dari strategi ekonomi biru. Pemerintah memastikan pengelolaan kawasan dilakukan secara koordinatif dan berkelanjutan demi menjaga keanekaragaman hayati laut.
Sejumlah kawasan konservasi telah ditetapkan, di antaranya Pulau Berhala, Pulau Salah Nama, Pulau Pini, dan wilayah laut di Tapanuli Tengah serta Nias Utara. Total luasnya mencapai ratusan ribu hektare.
Dengan berbagai langkah ini, Pemprov Sumut berharap kesejahteraan nelayan dan pembudidaya meningkat, sekaligus menjaga keseimbangan antara ekologi dan ekonomi biru di wilayah pesisir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA