Rabu, 10 SEPTEMBER 2025 • 09:38 WIB

Kaldera Toba Pertahankan Green Card UNESCO, Bukti Kerja Sama Semua Pihak

Author

Kaldera Toba kembali dapat Kartu Hijau yang diumumkan pada Sidang Komite Eksekutif ke-11 Konferensi Global Geopark Network (GGN) yang di Kutralkura, wilayah La Araucania, Chile, Sabtu (6/9/2025). (Pemprov Sumut) 

Sumatera Utara - Kaldera Danau Toba kembali berhasil mempertahankan status kartu hijau atau green card dari UNESCO. Pencapaian ini diraih setelah adanya tindak lanjut terhadap rekomendasi yang diberikan sebelumnya.

Keberhasilan ini diumumkan pada Sidang Komite Eksekutif ke-11 Konferensi Global Geopark Network (GGN) yang berlangsung di Kutralkura, La Araucania, Chile, pada Sabtu (6/9/2025) waktu setempat. Sidang tersebut sudah digelar sejak tanggal 5 September 2025.

Dalam sidang tersebut, Indonesia juga berhasil mempertahankan status geopark untuk Ciletuh–Pelabuhan Ratu dan Rinjani. Dengan begitu, tiga geopark di tanah air tetap menyandang status UNESCO Global Geopark.

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas keberhasilan ini. Ia menilai pencapaian tersebut adalah hasil kerja keras bersama semua pihak.

Baca juga: Geopark Kaldera Toba Raih Green Card Lagi, Harumkan Nama Sumut di Dunia

“Tugas kita adalah menjaga warisan Tuhan ini. Kita tidak bisa menciptakannya, tapi kita bisa menjaganya,” ucap Bobby di Medan, Selasa (9/9/2025).

Bobby juga menyampaikan apresiasinya kepada para bupati, stakeholder, serta tim yang bekerja keras mempersiapkan kebutuhan revalidasi. Menurutnya, upaya tersebut sangat menentukan hasil yang diraih.

Status green card merupakan penilaian tertinggi bagi anggota UNESCO Global Geopark (UGGp). Dengan pencapaian ini, Kaldera Toba tetap berhak menyandang status tersebut hingga empat tahun ke depan. Selanjutnya, empat lagi Kaldera Toba akan direvalidasi untuk mengevaluasi pengelolaanya. Capaian kartu ini juga menandakan jika anngota UGGp atau di sini adalah Kaldera Toba telah memenuhi protokol pengelolaan.

Sebagai informasi, proses revalidasi Kaldera Toba berlangsung pada 21–25 Juli 2025. Penilaian dilakukan langsung oleh asesor UNESCO, yakni Dr Jeon Yongmun dan Prof Jose Brilha.

Baca juga: BP Geopark Kaldera Toba Penuhi Rekomendasi, Sumut Optimis Raih Green Card dari UNESCO

Keduanya meninjau sejumlah geosite yang ada di kawasan Kaldera Toba. Evaluasi tersebut menentukan apakah standar pengelolaan sudah sesuai dengan protokol UNESCO.

Secara simbolis, kartu hijau ini akan diserahkan pada kesempatan yang berbeda. Namun, status ini menjadi bukti bahwa pengelolaan Kaldera Toba sudah memenuhi standar internasional.

Bagi Sumut, pencapaian ini bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar. Ajakan Bobby agar semua pihak terus menjaga kelestarian Danau Toba menjadi penegasan penting ke depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU