Sumatera Utara - Konferensi Internasional Destinasi Geowisata Kaldera Toba 2025 resmi dibuka Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Hotel Khas Parapat, Danau Toba. Ia didampingi Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution. Acara ini jadi momen penting buat nguatin kawasan Danau Toba sebagai Geopark Global.
Gubernur Bobby ngajak kepala daerah di kawasan Danau Toba buat menyamakan tekad jaga kelestarian lingkungan. Ia menekankan pentingnya kerja sama dalam sukseskan revalidasi status Toba Kaldera biar memenuhi standar UNESCO sebagai warisan bumi.
"Kita harus apresiasi Kementerian Pariwisata yang udah gelar konferensi ini," kata Bobby. Menurutnya, seminar ini jadi langkah strategis dalam percepaatan respons buat meraih kembali status 'green card' dari UNESCO, yang sekarang masih berstatus 'yellow card'.
Baca juga: Gubernur Sumut Dukung Pembangunan Kawasan Pantai Panjang Danau Toba
Ada tiga aspek utama yang harus dipenuhi buat memenuhi standar UNESCO: geologi, warisan budaya, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Bobby bilang kekayaan alam Danau Toba adalah warisan luar biasa yang harus dikelola bareng-bareng sama semua tingkatan pemerintahan.
Gubernur juga tekanin pentingnya pelestarian alam sebagai bentuk tanggung jawab umat manusia. Dia sebut kalau jaga Danau Toba bukan cuma soal pariwisata, tapi juga menyangkut warisan buat generasi penerus.
Bobby jelasin kalau pengelolaan kawasan ini secara berkelanjutan bisa tingkatin kesejahteraan masyarakat. Dia mau Danau Toba gak cuma dikenal karena keindahannya, tapi juga karena nilai sejarah dan budaya yang dikandungnya.
"Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten sangat diperlukan," ujar Bobby. Tujuannya biar kawasan Danau Toba bisa jadi contoh kawasan wisata berkelanjutan yang libatin masyarakat secara aktif.
Baca juga: Sumut Mau Coba Lima Hari Sekolah, Bobby: Jangan Malah Dimasukin Bimbel
Sementara itu, Menpar RI bilang pengelolaan pariwisata gak cukup cuma dengan infrastruktur. Butuh narasi, pengetahuan, dan inovasi biar pengembangan destinasi bisa dilakukan secara berkelanjutan.
Widiyanti sebut status geopark adalah peluang buat buka ruang pembelajaran, sekaligus cipta ekosistem pariwisata berbasis komunitas. Tiga pilar utama geopark UNESCO yakni perlindungan, edukasi, dan pengembangan berkelanjutan harus jadi pedoman.
Setelah pembukaan, Bobby dan Menpar gelar dialog dengan bupati dari delapan kabupaten di kawasan Danau Toba. Dialog ini berlangsung di lokasi wisata Nomadic Escape, Kecamatan Ajibata, sebagai bagian dari komitmen bersama dalam wujudkan pengelolaan geopark yang berkelas dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA