Sabtu, 06 SEPTEMBER 2025 • 10:30 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Bulog Sumut Serap 110 Ton Jagung Pipil

Author

Petani jagung (ANTARA/YUSRAN UCCANG) 

Sumatera Utara - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara mencatat penyerapan jagung pipil dari petani sebanyak 110 ton sepanjang tahun 2025. Angka ini menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat ketahanan pangan di Sumatera Utara.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menyebutkan penyerapan tersebut dilakukan di beberapa daerah, antara lain Kabupaten Labuhanbatu, Asahan, Deli Serdang, dan Karo. Wilayah-wilayah itu menjadi pusat panen jagung yang potensinya cukup besar.

Menurut Budi, penyerapan jagung akan terus meningkat karena potensi panen juga ada di Kota Pematangsiantar, Kabupaten Batu Bara, dan sebagian wilayah Karo. Hal ini menunjukkan bahwa produksi jagung di Sumut cukup menjanjikan.

Bulog tidak bekerja sendiri. Mereka menjalin kerja sama dengan gabungan kelompok tani, pemerintah setempat, serta pemangku kepentingan lainnya. Sosialisasi juga dilakukan agar petani memahami mekanisme penyerapan dan harga yang berlaku.

Baca juga: Bulog Sumut Pastikan Stok 47.250 Ton Beras Aman Hingga November 2025

Harga pembelian jagung ditetapkan sesuai dengan ketentuan resmi. Di tingkat petani, dengan kadar air 18–20 persen, jagung dibeli seharga Rp5.500 per kilogram. Sementara itu, di gudang Bulog dengan kadar air 14 persen, harganya mencapai Rp6.400 per kilogram.

Kebijakan ini mengacu pada Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2025. Aturan tersebut mulai berlaku sejak 15 Januari 2025 dan menjadi pedoman dalam pembelian hasil panen petani.

Tujuan dari kebijakan ini adalah melindungi petani. Pemerintah ingin memastikan bahwa petani tidak dirugikan dan tetap mendapatkan keuntungan yang wajar dari hasil panennya.

“Petani adalah ujung tombak swasembada pangan. Kami ingin memastikan mereka terlindungi,” ujar Budi. Ia menekankan bahwa perlindungan ini penting agar semangat petani tetap tinggi dalam mendukung program ketahanan pangan.

Baca juga: Percepat Stabilisasi, Bulog Sumut Targetkan Penyaluran 15.700 Ton Beras SPHP per Bulan

Bulog Sumut sebelumnya telah menetapkan target penyerapan hingga 80.000 ton jagung pipil kering dari petani sepanjang 2025. Target ini diharapkan bisa dicapai dengan dukungan berbagai pihak.

Penyerapan ini tidak hanya bermanfaat bagi petani, tetapi juga memperkuat stok pangan. Dengan demikian, kebutuhan jagung sebagai bahan pangan maupun pakan dapat terpenuhi.

Upaya Bulog Sumut menegaskan bahwa ketahanan pangan membutuhkan kolaborasi. Melalui kerja sama antara pemerintah, Bulog, dan petani, Sumatera Utara diharapkan mampu berkontribusi besar pada pencapaian swasembada pangan nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU