Selasa, 02 SEPTEMBER 2025 • 10:40 WIB

Polri Ambil Langkah Tegas Saat Aksi Anarkis, Akademisi UMSU: Demi Kepentingan Publik

Author

Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Dr. Alpi Sahari, SH. M.Hum. (Tribrata Sumut)

Sumatera Utara - Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Dr. Alpi Sahari, SH. M.Hum, menegaskan bahwa langkah Polri membubarkan massa anarkis merupakan tindakan melindungi masyarakat luas. Pernyataan itu ia sampaikan di Medan, Senin (1/9).

Menurut Alpi, unjuk rasa dan tindakan anarkis harus dipisahkan secara jelas. Ia menjelaskan bahwa Polri memiliki tugas mengawal aksi agar peserta bisa menyampaikan aspirasi dengan aman

Namun, ketika aksi berubah menjadi anarkis dan mengganggu ketertiban umum, Polri wajib bertindak tegas. Penindakan dilakukan sesuai dengan prinsip negara hukum.

“Dalam kegiatan unjuk rasa, Polri bertugas melayani dan mengawal peserta agar merasa aman dan nyaman menyampaikan aspirasi. Namun, ketika terjadi perbuatan anarkis yang mengganggu ketertiban umum, Polri wajib bertindak tegas dan terukur sesuai prinsip negara hukum (rechtstaat)," ujarnya.

Alpi menilai tudingan brutalitas aparat tidak tepat. Ia menegaskan Polri merupakan bagian dari masyarakat yang bekerja untuk kepentingan rakyat.

Baca juga: Bobby Nasution Imbau Warga Sumut Tetap Tenang dan Jaga Kondusivitas

Terkait insiden meninggalnya Affan Kurniawan, driver ojek online yang terlindas kendaraan taktis Brimob, Alpi menyebut peristiwa itu sebagai duka mendalam. Ia menegaskan peristiwa itu tidak bisa serta-merta ditafsirkan sebagai kesengajaan.

Dalam kajian hukum pidana, kata Alpi, akibat suatu peristiwa harus dianalisis melalui teori kausalitas. Ada beberapa teori yang relevan, di antaranya meist wirksame bedingung, ubergewichtstheorie, dan art der werdens theorie.

Dengan dasar teori tersebut, Alpi menyebut tidak ada alasan bagi massa untuk melampiaskan amarah kepada aparat. Menurutnya, Polri lahir dari masyarakat dan bertugas menjaga ketertiban umum.

Ia menambahkan, tindakan tegas Polri juga selaras dengan prinsip hukum pidana. Dalam keadaan darurat, tindakan yang semula tidak diperbolehkan dapat menjadi diperbolehkan demi kepentingan bersama.

Alpi mengajak para tokoh politik, agama, adat, akademisi, dan masyarakat luas untuk ikut memberikan pemahaman. Peran orang tua juga dinilai penting dalam menjaga suasana tetap kondusif.

Baca juga: Pasca Aksi Ricuh, Wali Kota Medan Ajak Semua Pihak Jaga Kedamaian Kota

Menurutnya, stabilitas keamanan menjadi syarat penting menuju negara kesejahteraan. Ia mengingatkan agar masyarakat saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.

Ia menutup dengan ajakan untuk menjaga stabilitas bersama, karena keamanan merupakan kebutuhan utama bagi seluruh masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Tribrata Sumut

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU