Sumatera Utara - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kembali menggelar Pasar Murah di 33 kabupaten/kota. Langkah ini menjadi salah satu upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus meringankan beban masyarakat di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas pangan.
Pelaksanaan pasar murah ini ditinjau langsung oleh Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution. Ia memastikan kegiatan berjalan baik, dengan harga produk pangan yang ditawarkan lebih rendah dari harga pasaran.
Dalam peninjauan di Kabupaten Deliserdang, tepatnya di Lapangan PTPN I Regional I Tanjungmorawa, Bobby disambut antusias warga yang sedang berbelanja kebutuhan pokok. Warga tampak memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli beras, minyak goreng, gula, telur, dan bumbu dapur dengan harga lebih terjangkau.
Bobby berdialog langsung dengan pembeli mengenai harga yang tertera di papan informasi. Ia kemudian merespons keluhan warga dengan menurunkan beberapa harga komoditas. Beras SPHP, misalnya, dipangkas dari Rp56.500 menjadi Rp55.000 per 5 kg. Harga telur juga turun dari Rp51.000 menjadi Rp45.000 per papan.
Baca juga: Gerakan Pangan Murah Hadir di Medan Petisah, Beras SPHP 5 Kg Hanya Rp58 Ribu
Penurunan harga turut dilakukan pada Minyakita, yang dijual Rp15.500 per liter dari sebelumnya Rp16.500. Gula pasir juga ditetapkan Rp16.500 per kg, turun dari Rp17.500. Warga pun menyambut gembira keputusan tersebut.
Sementara itu, komoditas cabai merah dijual Rp35.000 per kg, lebih rendah dibandingkan harga pasar yang sudah menembus Rp42.000. Begitu pula dengan bawang merah, yang di pasar dijual Rp40.000 per kg, tetapi bisa dibeli Rp35.000 di pasar murah.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan ESDM Sumut, Fitra Kurnia, menuturkan bahwa penyelenggaraan pasar murah ini bertepatan dengan gerakan pangan murah serentak pada 27–28 Agustus 2025. Menurutnya, beras menjadi salah satu produk yang paling banyak mengalami kenaikan dalam indeks harga konsumen.
Fitra menyebutkan, sejak awal pekan, program pasar murah telah menyalurkan beras SPHP kategori medium sebanyak 180 ton ke berbagai daerah. Sementara itu, Bulog juga mendistribusikan hingga 2.000 ton ke ritel pasar, sebagai bentuk dukungan menjaga harga tetap terkendali.
Masyarakat pun memberikan apresiasi. Seorang warga Deliserdang bernama Ernawati menyatakan rasa terima kasih karena bisa membeli beras dan telur dengan harga jauh lebih murah dibandingkan pasar. Menurutnya, program ini sangat membantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Baca juga: Lewat Program SPHP, Pemerintah Dorong Stabilisasi Harga Beras Nasional
Usai dari Deliserdang, Bobby melanjutkan kunjungan ke Kota Binjai bersama Wakil Wali Kota Hasanul Jihadi. Pasar murah di Lapangan Asrama Kebun Lada turut dipadati warga yang ingin membeli bahan pokok dengan harga miring.
Seorang warga Binjai, Riri Savira, menyampaikan harapannya agar pasar murah bisa digelar lebih sering. Ia mengaku terbantu, namun akan lebih baik jika pemerintah mengadakan kegiatan seperti ini dua kali dalam sebulan untuk meringankan beban masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA