Kamis, 24 JULI 2025 • 10:44 WIB

Hari Kedua Revalidasi, Asesor UNESCO: Danau Toba Itu Spesial dan Harus Dijaga

Author

Tim asesor UNESCO Geopark Kaldera Toba mengunjungi Batu Siallagan pada saat hari kedua revalidasi, Rabu 23 Juli 2025. (Pemprov Sumut)

Sumatera Utara - Hari kedua proses revalidasi UNESCO untuk Geopark Kaldera Toba berlangsung di Kabupaten Samosir. Tim asesor dari UNESCO tiba dengan agenda meninjau sejumlah geosite penting di wilayah tersebut. Kunjungan ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pengelolaan geopark.

Dua asesor utama, Prof. Jose Brilha dan Dr. Jeon Yongmun, memfokuskan perhatian pada nilai-nilai unggul yang dimiliki Danau Toba. Mereka tidak hanya melihat dari sisi geologi, tetapi juga aspek budaya dan alam yang menyertainya. Kedatangan mereka disambut oleh masyarakat lokal dan perwakilan sekolah.

Jose Brilha menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap kekayaan yang mereka miliki. Menurutnya, Danau Toba bukan sekadar tempat tinggal, melainkan situs geologi yang tercatat dalam buku-buku ilmiah di seluruh dunia. Keberadaannya diakui secara global.

Baca juga: Cegah Karhutla, Pemprov Sumut Perkuat Sinergi di Kawasan Danau Toba

Ia menyampaikan pesan langsung kepada siswa SMKN 1 Simanindo. Pesannya jelas: generasi muda harus tahu bahwa mereka tinggal di lokasi yang sangat istimewa. Pemahaman ini menjadi dasar untuk menjaga dan melestarikan warisan tersebut.

Brilha menegaskan bahwa Kaldera Toba adalah gabungan dari tiga elemen penting: geologi, alam, dan budaya. Ketiganya saling terkait dan membentuk nilai yang sangat berharga. Masyarakat lokal perlu memahami keterkaitan ini secara mendalam.

Di hari itu, tim asesor mengunjungi Batu Siallagan, Huta Raja, dan Pusat Informasi Sigulati. Di setiap lokasi, mereka mendengarkan penjelasan dari pengelola geosite. Mereka juga memberikan masukan langsung terkait penyampaian informasi kepada pengunjung.

Salah satu catatan penting dari Brilha adalah perlunya penyederhanaan bahasa pada papan informasi. Ia menyarankan agar informasi tidak terlalu teknis, terutama untuk memudahkan pemahaman anak-anak dan wisatawan umum.

Penggunaan ilustrasi atau kartun juga disarankan. Menurutnya, visual yang menarik dapat membantu pengunjung memahami sejarah dan makna geosite dengan lebih mudah. Ini penting untuk tujuan edukasi jangka panjang.

Baca juga: Kawasan Danau Toba Siap Hadapi Revalidasi Geopark UNESCO 2025

Lismawati, Tenaga Ahli Geologi BP TCUGGp, menjelaskan bahwa edukasi adalah salah satu pilar utama geopark. Target utamanya adalah anak-anak dan generasi muda. Karena itu, beberapa sekolah di kawasan Danau Toba telah memasukkan materi geopark ke dalam kurikulum.

Namun, Lismawati mengakui bahwa upaya ini masih perlu diperkuat. Pendidikan geopark harus terus dikembangkan agar lebih luas dan mendalam. Kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan pengelola geosite menjadi kunci.

Hari terakhir revalidasi akan dilanjutkan ke Simalem Resort, Air Terjun Sipisopiso, dan Silalahisabungan. Setelah itu, tim akan bergerak ke Kota Medan untuk menutup rangkaian kegiatan. Kunjungan ini diharapkan memberi masukan berharga bagi pengembangan Geopark Kaldera Toba ke depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU