Sumatera Utara - Pada hari pertama revalidasi UNESCO, Geopark Kaldera Toba mendapat banyak penilaian positif. Hal ini disampaikan oleh Kepala Disbudparekraf Sumut, Yuda Pratiwi Setiawan. Ia menyebut bahwa beberapa geosite yang dikunjungi mendapat komentar baik dari para asesor.
Empat geosite yang dikunjungi yaitu Sipinsur, Hutaginjang, Taman Eden 100, dan Sibaganding. Keempat lokasi tersebut dinilai sudah dikelola dengan baik. Kondisi ini membuat para asesor merasa puas dengan pengelolaan yang ada.
Baca juga: Pemprov Sumut Terapkan Sistem Baru Demi Efisiensi Anggaran
Di Geopark Information Centre, Parapat, Yuda menyampaikan rasa syukur atas penilaian tersebut. Namun, ia juga menyadari bahwa masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki. Salah satunya adalah penguatan pemahaman tentang geologi di setiap geosite.
Masukan dari dua asesor UNESCO, Prof. Jose Brilha dan Dr. Jeon Yongmun, sangat berarti. Mereka memberikan saran untuk pengelolaan geopark yang lebih baik. Masukan ini menjadi dorongan bagi Pemprov, Pemkab, dan lembaga terkait.
Yuda menyampaikan bahwa pengelolaan Kaldera Toba belum sempurna. Namun, pihaknya terus berbenah dan memperbaiki diri. Salah satu tujuan utamanya adalah agar Kaldera Toba bisa menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark secara resmi.
Jose Brilha menekankan pentingnya perlindungan warisan geopark. Menurutnya, formasi bebatuan, lokasi bersejarah, dan material geologi lainnya harus dijaga. Ia menyebut bahwa pariwisata adalah bonus dari upaya menjaga warisan tersebut.
Baca juga: Rayakan HUT ke-17, Warga Labura Dapat Pesan Spesial dari Bobby Nasution Lewat Wagub
“Inti dari geopark adalah menjaga warisan, bukan hanya untuk saat ini, tapi juga untuk anak cucu kita,” kata Jose Brilha. Pernyataannya menjadi pengingat penting bagi semua pihak dalam menjaga nilai-nilai geologi yang ada.
Tim asesor akan melanjutkan kunjungan ke beberapa lokasi lainnya. Di antaranya adalah Huta Sialagan, SMKN 1 Simanondo, Huta Raja, dan Sigulati di Samosir. Selanjutnya mereka akan menuju Kabupaten Karo.
Di Karo, tim akan meninjau Simalem Resort, Air Terjun Sipisopiso, Tongging, dan Silalahi. Kunjungan ini menjadi bagian dari proses revalidasi yang akan menentukan status Kaldera Toba ke depannya. Semua pihak berharap hasilnya akan positif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA