Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 28 FEBRUARI 2026 • 11:40 WIB

Ekspor Pisang Kepok Keling Tembus Malaysia, Bukti Daya Saing Produk Rakyat Sumut

Ekspor Pisang Kepok Keling Tembus Malaysia, Bukti Daya Saing Produk Rakyat SumutWagub Sumut Surya pada Pelepasan Ekspor Pisang Kepok Keling ke Malaysia dan Peresmian Pusat Konveksi Pasar Kain di Pasar Baru Tebingtinggi, Kota Tebingtinggi, Jumat (27/2/2026). (Pemprov Sumut)

Sumatera Utara - Pelepasan ekspor pisang kepok keling seberat 9 ton ke Malaysia menjadi penanda penting bagi sektor pertanian Sumatera Utara. Pengiriman dengan nilai sekitar Rp270 juta itu menunjukkan komoditas lokal mampu menembus pasar internasional.

Momentum tersebut berlangsung di Pasar Baru Tebingtinggi dalam kegiatan pelepasan ekspor sekaligus peresmian Pusat Konveksi Pasar Kain. Kegiatan ini dihadiri Wakil Gubernur Sumut Surya bersama Menteri Perdagangan RI Budi Santoso.

Wakil Gubernur menegaskan bahwa ekspor bukan sekadar aktivitas pengiriman barang ke luar negeri. Di baliknya terdapat komitmen menjaga kualitas, kesinambungan produksi, standar mutu, serta kepercayaan mitra dagang.

Menurutnya, keberhasilan pengiriman pisang kepok keling ini membawa pesan kuat bahwa produk pertanian rakyat memiliki kemampuan bersaing di pasar global. Hal itu juga mencerminkan kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi tuntutan ekspor.

Baca juga: Jelang HBKN 2026, Satgas Pangan Paluta Intensif Pantau Harga

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus mendorong hilirisasi sektor pertanian. Upaya ini dilakukan agar nilai tambah tidak berhenti pada komoditas mentah, melainkan berkembang menjadi produk olahan bernilai ekonomi lebih tinggi.

Surya menyebutkan kinerja ekspor Sumut sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Nilai ekspor tercatat lebih dari US$12,3 miliar atau meningkat sekitar 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian tersebut dinilai sebagai hasil kerja bersama petani, pelaku usaha, serta dukungan kebijakan yang selaras. Pemerintah daerah juga berkomitmen memperkuat agroindustri dan sentra industri kecil sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Menteri Perdagangan RI menjelaskan adanya program UMKM Bisa Ekspor. Program ini mengoordinasikan pelaku usaha potensial melalui mekanisme business matching untuk mempertemukan dengan pembeli.

Baca juga: Perkuat Inklusi Keuangan, TPAKD Sumut Targetkan Ekonomi Lebih Merata

Melalui kegiatan tersebut, pelaku UMKM dapat melakukan presentasi produk sekaligus mencari mitra dagang. Tercatat sebanyak 1.200 UMKM telah mencatatkan transaksi senilai US$134,8 juta.

Menariknya, hampir 70 persen peserta business matching sebelumnya belum pernah melakukan ekspor. Program ini diharapkan mampu mendorong UMKM bertahan di pasar domestik sekaligus bersaing di pasar global.

Pemerintah daerah juga diajak untuk mendukung program tersebut agar pelaku UMKM memiliki akses yang lebih luas. Dukungan ini dinilai penting untuk menjaga pergerakan ekonomi tetap stabil.

Wali Kota Tebingtinggi menilai pelepasan ekspor ini bukan sekadar seremoni. Kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa produk lokal mampu menembus pasar internasional dengan kualitas yang terus ditingkatkan.

Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota menjadi kunci dalam membangun ekosistem perdagangan yang sehat, modern, dan berkelanjutan.

Selain itu, penguatan sektor pangan olahan melalui ekspor produk berbasis pisang diharapkan mampu memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ekspor Pisang Kepok Keling Tembus Malaysia, Bukti Daya Saing Produk Rakyat Sumut

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!