Sumatera Utara - Ketua TP PKK Sumatera Utara Kahiyang Ayu menyerahkan 135 kursi roda adaptif bagi anak penyandang Cerebral Palsy di 12 kabupaten dan kota. Penyerahan dilakukan di Aula Tengku Rizal Nurdin Medan bersama Direktur Global Village Foundation Andy Baracey.
Bantuan tersebut merupakan sumbangan Global Village Foundation yang didukung Wheelchairs For Kids Australia. Nilai bantuan tahap awal mencapai sekitar Rp742 juta.
Kahiyang Ayu menyampaikan apresiasi atas kepedulian terhadap anak penyandang disabilitas di Sumatera Utara. Ia berharap kursi roda tersebut membantu anak-anak menjadi lebih mandiri dan percaya diri.
Menurutnya, bantuan ini dapat mendukung anak untuk bersekolah, bersosialisasi, serta menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.
Baca juga: Pemerintahan Sumut Bergerak Cepat Jaga Layanan untuk Warga
Andy Baracey menjelaskan kerja sama organisasinya dengan Wheelchairs For Kids Australia telah berlangsung sejak 2016. Program tersebut mendistribusikan kursi roda adaptif gratis bagi anak penyandang disabilitas di Indonesia.
Sejak 2021, lebih dari 4.000 kursi roda telah disalurkan di berbagai wilayah Indonesia. Secara global, Wheelchairs For Kids Australia telah mendistribusikan lebih dari 70.000 unit ke lebih dari 90 negara.
Ia menambahkan kursi roda yang diberikan dirancang mengikuti pedoman Organisasi Kesehatan Dunia dan dapat disesuaikan dengan pertumbuhan anak. Penggunaan yang tepat juga membantu pernapasan, pencernaan, serta mencegah malnutrisi.
Kepala DP3AKB Sumut Dwi Endah Purwati menjelaskan bantuan disalurkan melalui pemerintah provinsi. Sebanyak 83 unit diberikan di Kota Medan, 20 di Deliserdang, dan sisanya tersebar di beberapa daerah lain.
Bantuan ini merupakan tahap awal dengan rencana penambahan hingga 1.000 unit sepanjang 2026, menyesuaikan ketersediaan data penerima.
Baca juga: Safari Ramadan Perdana, Rico Waas Tegaskan Pembangunan Dimulai dari Niat Bersih
Endah menekankan pentingnya data yang akurat mengenai anak penyandang Cerebral Palsy. Ia berharap kolaborasi dengan TP PKK dapat membantu menghimpun data riil di lapangan.
Ia juga menyebut masih ada keluarga yang belum melaporkan kondisi anaknya. Dengan pendataan yang baik, bantuan diharapkan tepat sasaran.
Cerebral Palsy sendiri merupakan gangguan perkembangan gerak dan postur akibat gangguan pada otak yang sedang berkembang. Kondisi ini memengaruhi kemampuan mengontrol gerakan dan koordinasi tubuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA