Sumatera Utara - Setiap Kamis, perjalanan Latifah Sudarmy selalu dimulai dengan menyeberangi laut menggunakan sampan kecil. Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama Kecamatan Tanjung Tiram ini rutin menyambangi Desa Bandar Rahmat, wilayah pesisir Kabupaten Batu Bara.
Desa Bandar Rahmat dikenal sebagai daerah yang memiliki keterbatasan akses transportasi darat. Kondisi geografis yang menantang membuat desa ini hanya bisa dijangkau melalui jalur laut.
Di tengah keterbatasan tersebut, Latifah tetap menjalankan tugas pembinaan keagamaan melalui program Suluh Laut. Program ini menjadi sarana pendampingan keagamaan bagi masyarakat pesisir yang selama ini sulit dijangkau.
Jarak dan sarana transportasi selama ini menjadi kendala bagi pelaksanaan tugas Kementerian Agama di wilayah tersebut. Namun, hal itu tidak menyurutkan komitmen Latifah untuk terus hadir di tengah masyarakat.
Sebelum melaksanakan penyuluhan, Latifah selalu berkoordinasi dengan kepala desa dan tokoh agama setempat. Langkah ini dilakukan agar materi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Baca juga: Reses DPRD Medan Dinilai Strategis, Rico Waas Dorong Tindak Lanjut Nyata
Kegiatan pembinaan kemudian dilanjutkan dengan pengajian rutin, baik di masjid maupun di rumah warga. Aktivitas ini dilakukan secara berkala dan berkesinambungan.
Selain itu, Latifah juga aktif mendampingi Majelis Taklim Al-Amin. Kelompok ini menjadi wadah bimbingan dan penyuluhan agama di Desa Bandar Rahmat.
Materi keagamaan disampaikan secara bertahap, menyesuaikan dengan kondisi serta keseharian masyarakat pesisir. Pendekatan ini membuat penyuluhan lebih mudah diterima.
Baca juga: Bobby Nasution Serahkan 248 SK Kepala Sekolah, Tegaskan Sekolah Bebas Pungli
Seiring waktu, hasil positif mulai terlihat. Pengajian kembali berjalan, dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan mengalami peningkatan.
Semangat gotong royong untuk memakmurkan masjid juga mulai tumbuh. Keterlibatan pemuda dalam aktivitas keagamaan semakin terlihat.
Pengalaman menyeberang laut menggunakan sampan menjadi hal baru bagi Latifah sejak bertugas di desa tersebut pada 2022. Sebelumnya, ia bertugas di Kabupaten Toba setelah menerima SK Penyuluh Agama Islam pada 2020.
Kehadiran penyuluh agama di wilayah pesisir ini merupakan bagian dari upaya Kemenag memastikan pembinaan keagamaan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA