Sumatera Utara - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung ke tengah masyarakat dalam kegiatan Sapa Warga di Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia. Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara warga dan pemerintah kota.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, khususnya pascabanjir. Salah satu keluhan utama adalah dokumen kependudukan yang hilang akibat terendam air.
Seorang warga bernama Adawia mengungkapkan bahwa akta kelahiran miliknya hilang saat banjir melanda kawasan tersebut. Ia juga mengeluhkan pelayanan Puskesmas Gaperta yang dinilai kurang ramah dan menyulitkan warga.
Menanggapi hal itu, Rico Waas menegaskan bahwa pengurusan ulang dokumen kependudukan yang hilang akan dibantu tanpa biaya. Ia memastikan warga tidak perlu khawatir terkait administrasi.
Selain itu, Rico Waas langsung meminta Dinas Kesehatan Kota Medan untuk mengevaluasi pelayanan Puskesmas. Ia menekankan bahwa aparatur pemerintah adalah pelayan masyarakat.
Baca juga: Pemprov Sumut Tekankan Peran Ulama dan Umara dalam Pembangunan Daerah
Keluhan serupa mengenai pelayanan kesehatan juga disampaikan oleh warga lain. Mereka berharap adanya perbaikan sikap petugas serta sistem pelayanan agar lebih humanis dan mudah diakses.
Persoalan banjir juga menjadi aspirasi dominan. Warga mengeluhkan drainase yang tersumbat, parit yang terputus, serta kondisi jalan gang yang rendah dan mudah tergenang.
Menanggapi hal tersebut, Rico Waas menginstruksikan Dinas SDABMBK untuk melakukan pendataan, normalisasi drainase, serta perbaikan jalan dan parit secara bertahap.
Terkait bantuan sosial, sejumlah warga mengeluhkan belum meratanya distribusi bantuan dan tidak masuknya mereka sebagai penerima PKH. Rico menjelaskan bahwa PKH merupakan program pusat, sementara Pemko Medan mengusulkan data melalui DTKS.
Baca juga: Saat Bantuan Tak Tepat Guna: Pakaian Bekas Menumpuk di Lokasi Bencana Garoga
Meski demikian, ia menegaskan akan memperketat pendataan agar bantuan benar-benar tepat sasaran. Pemko Medan juga berencana menambah kuota bantuan daerah sebagai pelengkap program pusat.
Selain itu, masalah pengangkutan sampah juga disoroti warga. Rico Waas meminta camat dan dinas terkait membenahi sistem pengangkutan agar menjangkau gang-gang kecil secara rutin.
Usai dialog, Wali Kota Medan meninjau SD Negeri 066654 yang sebelumnya terendam banjir hingga hampir tiga meter. Ia memastikan pemerintah akan segera melakukan pembenahan agar kegiatan belajar mengajar bisa kembali berjalan normal dan aman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemko Medan