Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 26 AGUSTUS 2025 • 11:05 WIB

Bobby Nasution Tegaskan Komitmen Lindungi Petani Jeruk dari Serangan Hama

Bobby Nasution Tegaskan Komitmen Lindungi Petani Jeruk dari Serangan HamaBobby Nasution lakukan Rakor Produksi dan Hilirisasi Komoditas Jeruk di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Senin (25/8/2025). (Pemprov Sumut) 

Sumatera Utara - Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menaruh perhatian serius terhadap masalah hama lalat buah yang menyerang perkebunan jeruk di daerah. Ia menegaskan bahwa langkah konkret harus segera dilakukan agar masalah ini tidak semakin merugikan petani.

Dalam rapat koordinasi produksi dan hilirisasi komoditas jeruk di Kantor Gubernur Sumut, Bobby memaparkan tiga fokus utama penanganan. Pertama adalah penyusunan data akurat mengenai lahan dan jumlah petani di daerah penghasil jeruk.

Menurutnya, data yang jelas akan memudahkan pemerintah dalam menentukan kebijakan yang tepat sasaran. Kabupaten Karo, Simalungun, Dairi, Pakpak, hingga Tapanuli Utara menjadi daerah prioritas yang diminta segera menyerahkan data detail.

Kedua, Bobby menekankan pentingnya penggunaan teknologi untuk pengendalian hama. Ia menyebutkan bahwa konsep yang dikembangkan bersama PT Agrari harus segera diterapkan di lapangan.

Baca juga: Dukung Pemerataan Energi, Pemprov Sumut Percepat Kelistrikan Desa

Fokus ketiga adalah solusi terkait pendanaan. Bobby memahami bahwa banyak petani jeruk mengalami kesulitan keuangan. Pemerintah berupaya mencari jalan keluar agar petani tetap dapat mengelola lahannya tanpa terbebani utang yang menumpuk.

“Setiap pihak sudah punya porsi masing-masing. Pemerintah daerah, provinsi, dan mitra harus bergerak sesuai perannya. Action harus tepat, terutama berangkat dari data,” tegas Bobby.

Ia juga menyatakan bahwa dalam satu bulan ke depan, Pemprov Sumut akan melakukan intervensi langsung di lapangan. Hal ini dilakukan agar program benar-benar berjalan dan memberikan hasil nyata.

CEO PT Agri, Robertus Theodore, turut menyoroti masalah pendanaan sebagai kendala terbesar. Banyak petani tidak bisa lagi mengakses pinjaman karena macetnya pembayaran, sehingga kebun mereka terbengkalai.

Robertus mengapresiasi perhatian Bobby terhadap jeruk asli Sumut. Ia berharap skema yang sudah terbukti berhasil di Liang Melas Datas, Karo, dapat diterapkan di daerah lain secara serentak.

Baca juga: Bobby Nasution Tekankan OPD Harus Terbuka dan Bersinergi dengan Wartawan

Bupati Karo, Antonius Ginting, mengungkapkan bahwa luas lahan jeruk aktif di Karo kini hanya tersisa 4.841 hektare. Jumlah ini jauh menurun dibandingkan beberapa tahun lalu yang pernah mencapai 20.000 hektare.

Menurut Antonius, data real ini akan menjadi dasar untuk menentukan lokasi prioritas penerapan metode pengendalian lalat buah. Ia berharap langkah bersama ini bisa mengembalikan kejayaan jeruk Karo.

Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri sejumlah kepala daerah dari kabupaten penghasil jeruk, serta OPD terkait. Pertemuan ini menjadi tonggak awal dalam upaya menyelamatkan jeruk Sumut dari ancaman hama lalat buah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bobby Nasution Tegaskan Komitmen Lindungi Petani Jeruk dari Serangan Hama

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!