Sumatera Utara - Penanganan kerusakan jaringan listrik di Tapanuli Tengah (Tapteng) terus dikebut setelah wilayah tersebut terdampak banjir dan longsor. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan seluruh material perbaikan kini sudah berada di lokasi dan proses pemulihan ditargetkan selesai pada Jumat (7/12/2025).
Menurut Bahlil, struktur gardu listrik, menara SUTET, hingga peralatan teknis lain telah dipersiapkan. Namun ia menekankan bahwa kondisi cuaca menjadi tantangan utama yang dapat memengaruhi kecepatan pekerjaan di lapangan.
Bahlil berharap seluruh proses berjalan lancar tanpa kendala cuaca. Ia menyebut perbaikan ini bukan tugas mudah mengingat jaringan yang rusak cukup luas akibat material longsor yang menutup kawasan sekitar.
Setelah rapat darurat bersama Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution di Kantor Bupati Tapteng, Bahlil menegaskan bahwa koordinasi berbagai pihak menjadi kunci percepatan pemulihan. Ia meminta dukungan masyarakat agar sama-sama berdoa cuaca tetap bersahabat.
Baca juga: Mentan Tegaskan Pasokan Beras Sumut Aman, Bantuan Digenjot hingga 15 Ribu Ton
Untuk mengatasi kebutuhan listrik warga sebelum jaringan kembali menyala, Kementerian ESDM menyiapkan 40 unit genset berkapasitas 6.000 watt. Selain itu, 200 lampu darurat juga disediakan untuk titik-titik yang membutuhkan.
Seluruh peralatan sementara itu akan diserahkan langsung kepada Bupati Tapteng, yang kemudian menentukan lokasi prioritas untuk penggunaannya. Langkah ini dilakukan untuk menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan selama menunggu jaringan utama diperbaiki.
Gubernur Sumut Bobby Nasution menyampaikan pemerintah terus fokus memperbaiki akses penting yang terdampak bencana. Ia mengatakan seluruh unsur, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, hingga TNI-Polri bekerja bersama membuka jalur-jalur yang masih terhambat.
Baca juga: Gubernur Bobby Tembus Zona Banjir-Longsor Tapteng, Pastikan Bantuan Sampai
Menurut Bobby, jalur ke Tapteng memang sudah terbuka, tetapi tetap terbatas untuk kendaraan berat. Padahal alat-alat tersebut sangat diperlukan untuk proses perbaikan infrastruktur di area longsor.
Ia menjelaskan bahwa percepatan pembukaan akses menjadi hal utama karena tanpa itu alat berat dan logistik sulit mencapai daerah yang paling terdampak. Koordinasi antarinstansi, kata Bobby, sedang dilakukan secara intensif.
Rapat darurat tersebut juga dihadiri beberapa pejabat penting, termasuk Ketua DPRD Sumut Erni Aryanti Sitorus, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, serta jajaran Pertamina dan PLN yang terlibat langsung dalam proses pemulihan.
Dengan langkah-langkah yang telah direncanakan, pemerintah berharap seluruh jaringan listrik Tapteng bisa kembali beroperasi optimal sesuai target.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA