Kamis, 27 NOVEMBER 2025 • 00:35 WIB

Tanam Cabai Bareng Petani, Bobby Mantapkan Program Ketahanan Pangan Sumut

Author

Muhammad Bobby Afif Nasution laksanakan gerakan tanam cabai merah bersama Kelompok Tani Mekar Indah di Desa Bulan-bulan, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batubara, Selasa (25/11/2025). (Pemprov Sumut) 

Sumatera Utara - Upaya memperkuat sektor pangan terus menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Salah satu bentuk nyatanya terlihat ketika Gubernur Bobby Nasution bersama para petani mengikuti gerakan tanam cabai merah di Desa Bulan-bulan, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Batubara. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 25 November 2025, sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.

Dalam acara itu, Bobby menyampaikan apresiasi kepada Kelompok Tani Mekar Indah yang terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa pertanian hortikultura seperti cabai merupakan komoditas penting yang harus dijaga keberlanjutannya. Pemerintah pusat, menurutnya, menjadikan sektor pangan sebagai prioritas yang harus ditindaklanjuti oleh pemerintahan daerah.

Selain mendorong produksi, Bobby juga menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur sebagai tulang punggung produktivitas. Ia memastikan bahwa tahun depan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur pertanian di Batubara akan mulai dilaksanakan. Di antaranya adalah perbaikan jalan pertanian, peningkatan sistem irigasi, serta pembangunan bendungan sungai.

Baca juga: PHTC Mulai Bergerak: Nias Dipilih sebagai Zona Pertama

Pengerjaan berbagai proyek ini nantinya akan dikelola Pemerintah Kabupaten Batubara sebagai pelaksana teknis. Namun, seluruh pendanaan disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Kolaborasi seperti ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap produktivitas pertanian di daerah tersebut.

Bobby juga menyinggung tantangan lain dalam sektor pertanian, yaitu kestabilan harga. Menurutnya, keberhasilan swasembada tidak cukup jika harga komoditas tidak stabil. Karena itu, ia meminta petani untuk lebih cermat dalam mengatur pola tanam dan panen agar tidak terjadi kelebihan pasokan yang dapat merugikan petani.

Di akhir acara, bantuan pertanian diberikan kepada delapan kelompok tani. Bantuan tersebut berupa alat pertanian, pupuk, serta bibit cabai yang diharapkan mampu memperkuat kapasitas produksi. Bobby menilai bantuan ini adalah bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

Baca juga: SIMONALISA Hadirkan Transparansi Baru dalam Pengawasan APBD Kota Medan

Bupati Batubara, Baharuddin Siagian, turut memberikan gambaran mengenai potensi cabai di wilayahnya. Ia menyebut Batubara merupakan penghasil cabai terbesar kedua di Sumut setelah Kabupaten Karo. Dengan total lahan 360 hektare, estimasi produksi dapat mencapai sekitar 10 ton per hektare.

Namun demikian, dirinya mengungkapkan bahwa masih ada kendala permodalan yang dihadapi petani, terutama untuk pengolahan lahan. Bantuan alat dari pemerintah provinsi diharapkan dapat meringankan beban tersebut. Ia juga berharap adanya kerja sama dalam pemasaran hasil pertanian agar produksi terserap dengan baik.

Kegiatan tanam cabai ini sendiri sejalan dengan Program JASKOP yang digagas pemerintah provinsi. Program tersebut bertujuan menjaga kestabilan harga pangan melalui penguatan produksi serta distribusi komoditas. Upaya ini menjadi langkah strategis dalam mengendalikan inflasi, terutama menjelang musim panen.

Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Sumut juga telah menyiapkan sejumlah strategi pendukung. Mulai dari peningkatan luas tanam, penggunaan benih bersertifikat, hingga penguatan sistem irigasi. Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap produksi cabai di Sumut terus meningkat dan mendukung pencapaian swasembada.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU