Sumatera Utara - Parsadaan Toga Siregar (Patogar) Indonesia menegaskan komitmen untuk menjunjung tinggi etika, adab, dan adat istiadat dalam kehidupan bermasyarakat. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kehormatan serta martabat masyarakat bermarga Siregar di seluruh Indonesia.
Ketua Umum DPP Patogar Indonesia, Kombes Pol (P) Drs. Parluatan Siregar, MH, menyampaikan hal itu bersama Presiden Persaudaraan Siregar Dunia (PSD), H. M. Yusuf Siregar, dalam pertemuan dengan pengurus DPD Patogar Jabodetabek di Kemang, Jakarta Selatan.
Parluatan menegaskan bahwa bagi Patogar, nilai-nilai etika dan adat adalah harga mati yang tidak boleh dilupakan, terutama dalam kegiatan adat Batak seperti pesta perkawinan. Ia menilai akhir-akhir ini mulai muncul penyimpangan terhadap tatanan adat yang seharusnya dijaga.
Baca juga: Konflik Tanah Masih Tinggi, Pemprov Sumut Bentuk Tim Khusus untuk Cari Solusi
Untuk itu, Patogar Indonesia berencana menggelar bimbingan teknis mengenai adab dan adat istiadat Batak bagi seluruh pengurus dari tingkat pusat hingga sektor. Tujuannya untuk mengembalikan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai luhur leluhur mereka.
Parluatan juga menambahkan bahwa program ini merupakan salah satu langkah konkret agar generasi muda Siregar tidak kehilangan jati diri budaya. Ia menekankan pentingnya menempatkan nilai leluhur pada posisi yang semestinya.
Sementara itu, Presiden PSD H. M. Yusuf Siregar mengungkapkan tekad Patogar Indonesia untuk mengembalikan kejayaan marga Siregar seperti masa tokoh-tokoh besar terdahulu.
Ia menyebutkan nama-nama besar seperti Panangian Siregar, Raja Inal Siregar, dan Bismar Siregar sebagai teladan yang menginspirasi semangat organisasi dalam menjaga kehormatan marga.
Baca juga: Trail of The Kings, Ribuan Pelari Jelajahi Keindahan Danau Toba
Ketua DPD Patogar Jabodetabek, Allen Siregar, menyatakan kesiapan untuk menjalankan arahan pimpinan pusat dengan melakukan sosialisasi dan konsolidasi organisasi. Ia juga menyoroti pentingnya penyusunan basis data warga bermarga Siregar.
Menurutnya, jumlah warga Siregar mencapai jutaan orang dan menjadi potensi besar untuk memperkuat solidaritas dan kontribusi sosial.
Dalam waktu dekat, DPD Patogar Jabodetabek akan menggelar silaturahmi bersama para tokoh dan organisasi marga Siregar lainnya di Jakarta untuk memperkuat sinergi.
Pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh Siregar seperti St. Karmen Siregar, Yusuf Siregar, Parluatan Siregar, dan Allen Siregar, menandakan komitmen bersama menjaga identitas budaya Batak yang bermartabat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA