Sumatera Utara - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Utara terus berjalan dengan capaian penerima manfaat yang cukup besar. Hingga kini, jumlah penerimanya telah mencapai sekitar 930 ribu orang. Program ini dilaksanakan melalui 322 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah.
Capaian tersebut terungkap dalam kegiatan temu yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, di Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan. Acara ini dihadiri sejumlah pejabat, termasuk Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Sumut T. Agung Kurniawan, Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut Hamid Rijal, dan Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Harvina Zuhra.
Agung Kurniawan menjelaskan, jumlah SPPG akan terus bertambah, karena target yang ditetapkan mencapai 1.742 unit. Dengan jumlah tersebut, tenaga kerja yang terserap dari program ini juga terus meningkat. Saat ini, sekitar 10 ribu orang telah bekerja di SPPG.
Menurut Agung, penerima manfaat MBG terdiri dari kalangan pelajar mulai dari PAUD hingga SLTA, serta kelompok non-pelajar, di antaranya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Karena cakupan yang luas, ia menegaskan pentingnya kolaborasi untuk menjaga keberlangsungan dan kualitas program.
Baca juga: Wagub Surya Ajak Generasi Muda Jadi Penggerak Utama Pembangunan Sumut
“Program ini harus kita jaga bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Namun, dengan skala besar, potensi risiko juga perlu diantisipasi. Oleh sebab itu, Pemprov Sumut menekankan pentingnya penerapan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada setiap dapur penyelenggara MBG. Sertifikat ini menjadi syarat wajib bagi SPPG.
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rijal, menjelaskan bahwa selain SLHS, pihaknya juga memperkuat sistem monitoring. Pemeriksaan dilakukan mulai dari bahan makanan, proses pengolahan, hingga distribusi ke penerima manfaat.
Baca juga: Lapas Baru Segera Dibentuk di Asahan, Pemprov Sumut Beri Lampu Hijau
Uji sampel makanan dilakukan dua kali, yaitu saat masih di dapur dan setelah sampai ke tangan penerima. Sampel yang diambil akan diperiksa di laboratorium milik Kementerian Kesehatan serta Laboratorium Kesehatan Daerah Sumut.
“Kami ingin memastikan tidak ada zat berbahaya, baik itu kimia, bakteri, maupun virus, yang bisa mengkontaminasi makanan MBG,” tegas Hamid.
Pemprov berharap, langkah ini bisa mencegah kejadian keracunan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas makanan yang disediakan. Dengan begitu, program MBG benar-benar membawa manfaat nyata bagi kesehatan dan gizi masyarakat Sumut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA