Jumat, 05 SEPTEMBER 2025 • 22:43 WIB

Bulog Sumut Pastikan Stok 47.250 Ton Beras Aman Hingga November 2025

Author

Tampilan ketersediaan stok beras yang ada di Gudang Bulog Sumatera Utara (Sumut). (ANTARA/M. Sahbainy Nasution) 

Sumatera Utara - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara memastikan stok beras di gudang masih dalam kondisi aman. Hal ini ditegaskan oleh Pemimpin Wil3ayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, dalam keterangan di Medan, Jumat (5/9/2025). Ia menjelaskan bahwa cadangan yang tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga November 2025 mendatang.

Budi menyebutkan, jumlah beras yang tersimpan di gudang mencapai 47.250 ton. Volume itu diperkirakan bisa bertahan hingga akhir November, bahkan setelah memperhitungkan peningkatan kebutuhan.

Biasanya stok sebesar itu hanya cukup untuk tiga bulan. Namun kali ini, situasi sedikit berbeda karena adanya penyaluran melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program tersebut membuat kebutuhan masyarakat semakin tinggi.

Menurut Budi, sepanjang September 2025, Bulog telah menyalurkan 8.047 ton dari total target 15.430 ton per bulan. Angka itu menunjukkan penyaluran dilakukan secara masif.

Baca juga: Rico Waas: Suara Pemuda Harus Didengar demi Masa Depan Medan

Distribusi dilakukan melalui berbagai jalur, mulai dari gerakan pangan murah, pengecer di pasar rakyat, koperasi desa, hingga Rumah Pangan Kita (RPK). Langkah ini bertujuan agar beras SPHP dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Dengan adanya program tersebut, pasokan beras untuk masyarakat Sumatera Utara tercatat meningkat sekitar 30 persen. Kendati demikian, Bulog memastikan cadangan yang tersimpan di gudang tetap mampu mencukupi kebutuhan hingga batas waktu yang ditentukan.

Lebih lanjut, Budi menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan beras. Selain pasokan dari pusat, Bulog juga aktif melakukan penyerapan gabah di berbagai daerah.

Beberapa wilayah utama yang menjadi sumber penyerapan adalah Kabupaten Simalungun, Serdang Bedagai, serta Batu Bara. Daerah-daerah itu berperan besar dalam menambah ketahanan stok.

Baca juga: 64 CPNS IPDN Terima SK, Sekdaprov Sumut Tekankan Pentingnya Disiplin dan Networking

Hingga tahun 2025, penyerapan gabah kering panen tercatat sebanyak 37.431 ton. Dari jumlah itu, Bulog menghasilkan 18.715 ton beras yang siap disalurkan.

Ia pun mendorong petani agar lebih banyak menjual gabah ke Bulog. Harga yang ditetapkan cukup kompetitif, yakni Rp6.500 per kilogram di tingkat petani dan Rp6.700 per kilogram di penggilingan.

Dengan adanya kepastian harga dan stok yang memadai, diharapkan kondisi pangan di Sumatera Utara tetap stabil. Masyarakat pun tidak perlu panik karena suplai terus dijaga agar tidak terjadi kelangkaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU