Kamis, 28 AGUSTUS 2025 • 11:30 WIB

Pemko Medan Libatkan Akademisi USU untuk Pembangunan Medan Utara

Author

Rico Tri Putra Bayu Waas dalam pertemuan dengan Sekretaris Prodi S2 Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan Universitas Sumatera Utara (USU) bersama Tim di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Selasa (26/8/25). (Pemko Medan)

Sumatera Utara - Upaya Pemko Medan dalam membangun kawasan Medan Utara terus digalakkan. Kali ini, Pemko Medan gandeng akademisi Universitas Sumatera Utara (USU) untuk memberikan masukan perencanaan.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menggelar pertemuan tersebut bersama Sekretaris Prodi S2 Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan USU Prof Charloq Rosa Nababan, bersama timnya di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa pada (26/8/2025).

Dalam pertemuan itu, Rico menegaskan kalau kawasan Medan Utara tidak kalah penting dibanding wilayah tengah kota. Dengan posisi sebagai pintu masuk pelabuhan, wilayah ini harusnya bisa lebih makmur dari sisi ekonomi.

Tetapi kenyataan di lapangan bereda. Menurutnya, Kecamatan Belawan dan sekitarnya hadapi masalah kompleks, mulai dari keamanan, kemiskinan, pendidikan, sampai peredaran narkoba. Permasalahan lingkungan seperti banjir rob juga jadi hambatan besar.

Rico menekankan perlunya pemikiran strategis untuk  mengatasi persoalan tersebut. Pembangunan Medan Utara ia katakan tidak bisa dilakukan hanya dengan pola biasa, melainkan harus ekstra.

Ia menyebutkan, pembangunan sumber daya manusia harus jadi prioritas. Masyarakat perlu diberdayakan lebih dulu untuk peningkatan kualitas hidup jalan seiring sama pembangunan infrastruktur.

Baca juga: Wawako Medan Ingin PORDASI Jadi Lumbung Atlet Berkuda Berkelas Nasional

Rico juga menyoroti potensi strategis kawasan dekat laut yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru. Pelabuhan di Medan Utara diyakini mampu jadi motor penggerak kalau ditata secara maksimal.

Sementara itu, Prof Charloq Rosa Nababan memaparkan konsep Proof of Concept (PoC) yang disiapkan timnya. Konsep tersebut meliputi penataan sempadan sungai, jalur hijau, pemetaan kerentanan banjir, sampai rencana smart heritage industri dan ekowisata berbasis sungai.

Menurut Charloq, revitalisasi sungai dan ruang hijau jadi kunci dalam pulihkan lingkungan sekaligus buka peluang ekonomi. Langkah ini juga selaras sama visi Pemko Medan untuk mencipttakan kota yang berdaya saing.

Ia mengatakan jika PoC bukan sekadar wacana, melainkan dukungan nyata dari akademisi untuk mendorong pembangunan berkelanjutan di Medan Utara. Dengan sinergi bersama pemerintah, harapannya kawasan tersebut bisa keluar dari permasalahan kompleksnya.

Baca juga: Rico Waas: Sertifikat Halal Jadi Kunci UMKM Medan Tembus Pasar Lebih Luas

Pertemuan ini jadi langkah awal kolaborasi antara pemerintah dan akademisi, dengan harapan Medan Utara bisa berkembang setara sama wilayah lain di Kota Medan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemko Medan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU