Jumat, 25 JULI 2025 • 09:16 WIB

Revalidasi Hari Terakhir di Danau Toba, Asesor UNESCO: Ini Salah Satu Batuan Terbaik yang Pernah Saya Lihat

Author

TIm asesor UNESCO Geopark Kaldera Toba saat melihat batuan vulkanik yang ada di Danau Toba, Paropo, Kabupaten Dairi, Kamis 24 Juli 2025. (Pemprov Sumut)

Sumatera Utara - Hari terakhir revalidasi UNESCO Geopark Kaldera Toba berlangsung di wilayah Dairi dan sekitarnya. Tim asesor UNESCO menyempatkan waktu untuk meninjau langsung jejak geologi purba yang masih terjaga dengan baik. Kunjungan ini menjadi penutup dari rangkaian penilaian selama tiga hari.

Dr. Jeon Yongmun, salah satu asesor dari UNESCO, menghabiskan waktu cukup lama mempelajari outcrop atau endapan batuan yang muncul ke permukaan. Ia tertarik pada formasi kualu, satuan batuan yang terdiri dari serpih, batupasir, dan konglomerat. Batuan ini menjadi bukti sejarah vulkanik Gunung Toba.

Jeon menyebut batuan vulkanik di Danau Toba sebagai salah satu yang terbaik yang pernah ia temui. Ia mengaku telah mengunjungi banyak lokasi geologi di dunia. Namun, batuan di Paropo, Kabupaten Dairi, menurutnya sangat istimewa dan patut dilestarikan.

Baca juga: MPP Roadshow Medan Deli Diserbu Warga, Layanan KTP Sehari Jadi Jadi Favorit

Bagi Jeon, keberadaan batuan ini bukan hanya penting secara ilmiah. Lebih dari itu, ia merupakan warisan alam yang harus dijaga. Pelestariannya menjadi tanggung jawab bersama masyarakat dan pemerintah.

Prof. Jose Brilha juga menyampaikan kekagumannya, namun dari sisi budaya. Saat tiba di Air Terjun Sipisopiso, ia disambut dengan tarian dan nyanyian tradisional suku Karo. Ia merasa terkesan dengan upaya masyarakat melestarikan budaya lokal.

Jose Brilha menilai budaya seperti tarian, musik, dan kuliner adalah bagian tak terpisahkan dari geopark. Warisan ini, menurutnya, harus terus dihidupkan meski di tengah arus budaya global yang kuat.

Ia menekankan pentingnya edukasi untuk generasi muda. Dengan pemahaman yang benar, mereka akan bangga dan tergerak untuk menjaga tradisi. Pendidikan budaya harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Azizul Kholis, Kepala BP TCUGGp, menyampaikan bahwa selama tiga hari, tim asesor telah mengunjungi tujuh geosite. Lokasi-lokasi tersebut mencakup Sipisopiso-Tongging, Silalahi-Sabungan, Sibaganding, Taman Eden 100, Hutaginjang, Sipinsur, dan Tele.

Menurut Azizul, respons asesor sangat positif. Mereka terkesan dengan keberagaman nilai geologi, alam, dan budaya yang terintegrasi. Pihaknya optimis Kaldera Toba akan kembali mendapat pengakuan UNESCO.

Baca juga: Logo dan Tema HUT ke-80 RI Resmi Diluncurkan, Bobby Nasution Saksikan dari Medan

Dikky Anugerah, Sekretaris Dewan Pengarah BP TCUGGp, menegaskan komitmen Pemprov Sumut untuk terus memperbaiki pengelolaan geopark. Prinsip utamanya adalah keberlanjutan.

Ia menjelaskan bahwa geopark bukan hanya untuk dinikmati sekarang. Warisan ini harus dijaga agar bisa dinikmati oleh generasi mendatang. Pengelolaan dilakukan secara bertahap dan terus-menerus.

Dengan hasil revalidasi yang diharapkan positif, upaya pelestarian dan pengembangan geopark akan terus diperkuat. Kolaborasi antar stakeholder menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan Kaldera Toba sebagai warisan dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU