Jumat, 18 JULI 2025 • 09:56 WIB

Cegah Karhutla, Pemprov Sumut Perkuat Sinergi di Kawasan Danau Toba

Author

Sekdaprov Sumut, Togap Simangunsong saat Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Kawasan Geopark Danau Toba, Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Dipengoro Nomor 30 Medan, Kamis 17 Juli 2025. (Pemprov Sumut)

Sumatera Utara - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara lagi sangat serius bahas pencegahan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Danau Toba. Kemarin, Sekdaprov Togap Simangunsong yang mewakili Gubernur Bobby Nasution ngadain rapat koordinasi di Aula Raja Inal Siregar. Intinya, semua pihak harus kerja sama buat menangani masalah karhutla ini.

Togap bilang, upaya kayak patroli gabungan, pemetaan daerah rawan, sama penyuluhan ke masyarakat harus jalan terus. Yang menarik, Ia juga minta tokoh adat dan agama ikut terlibat dalam kampanye antikarbakar lahan. Pasalnya, pendekatan budaya dan agama bisa lebih sadar ke hati masyarakat.

Nah, data dari BPBD Sumut bikin kita prihatin. Dari awal tahun sampai 13 Juli kemarin, udah ada 80 kasus karhutla. Yang lebih mengkhawatirkan, 40 kejadian terjadi di kawasan strategis pariwisata nasional, termasuk Danau Toba.

Baca juga: Sekdaprov Sumut: Pembangunan Tidak Bisa Sendiri, Harus Sinergi antar Daerah

Danau Toba kan udah diakui UNESCO sebagai Global Geopark. Nilai ekologis dan budayanya tinggi banget. Makanya, jaga kawasan ini jadi tanggung jawab bersama. Biar kelestarian lingkungan dan pariwisata tetep terjaga.

Kepala BPBD Sumut Tuahta Ramajaya Saragih jelasin sebaran kasus karhutla di luar wilayah KSPN. Ada di Tapanuli Tengah, Padanglawas Utara, Sibolga, sama Langkat. Sementara di wilayah KSPN, Kabupaten Samosir dan Toba yang paling banyak kasusnya.

Total luas lahan yang hangus lebih dari 1.800 hektare. Angka ini nunjukin betapa mendesaknya penanganan terpadu yang melibatkan berbagai sektor. Kalau nggak ditangani serius, dampak jangka panjangnya bisa fatal buat lingkungan dan masyarakat.

Togap juga ngingetin kalau kualitas udara yang buruk gara-gara karhutla bisa ganggu kesehatan. Secara nggak langsung, ini juga berdampak ke ekonomi, khususnya pariwisata yang jadi andalan Danau Toba.

Rapat koordinasi ini tujuannya buat nyatuin langkah antara Pemprov Sumut, TNI/Polri, kementerian terkait, sama pemda. Penanggulangan karhutla nggak bisa diserahin ke satu instansi aja. Harus jadi tanggung jawab bareng.

Baca juga: Sekdaprov Sumut Dorong Kolaborasi Sukseskan Sekolah Rakyat

Hadir juga pejabat dari BMKG Wilayah I Sumut, Kementerian Kehutanan, sama unsur Forkopimda. Rapat ini juga libatin tujuh kabupaten dalam wilayah KSPN Danau Toba yang paling rawan karhutla.

Dengan sinergi yang solid dan tindakan pencegahan yang sistematis, harapannya kawasan Danau Toba bisa terlindungi dari bahaya karhutla. Gubernur Bobby Nasution juga berharap Sumut bisa jadi contoh penanganan karhutla yang efektif dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU