Sumatera Utara - Peringatan Hari Down Syndrome Dunia (HDSD) 2026 dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap anak-anak dengan kebutuhan khusus. Momentum ini menjadi pengingat pentingnya menghapus stigma yang masih melekat di tengah masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Raja Inal Siregar tersebut menghadirkan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap isu inklusivitas. Ajakan untuk menciptakan lingkungan yang ramah anak kembali ditegaskan dalam peringatan tersebut.
Staf Ahli I TP PKK Sumut, Titiek Sugiharti, menyoroti bahwa anak dengan down syndrome memiliki potensi yang tidak boleh diabaikan. Ia menyebut mereka sebagai anugerah yang perlu didukung sepenuhnya.
Baca juga: Transformasi Medan Berbuah Nominasi Penghargaan Bergengsi
Menurutnya, anak-anak tersebut membutuhkan perhatian khusus agar dapat berkembang secara optimal. Kesempatan yang sama dalam pendidikan dan kehidupan sosial menjadi hal yang sangat penting.
Ia juga menekankan bahwa tanggung jawab menciptakan lingkungan inklusif bukan hanya berada pada satu pihak. Keluarga, masyarakat, dan pemerintah harus berjalan bersama dalam mewujudkannya.
Melalui gerakan PKK, upaya pemberdayaan keluarga terus didorong agar mampu memberikan pengasuhan yang tepat. Hal ini termasuk memberikan stimulasi yang baik bagi tumbuh kembang anak.
Selain itu, akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan menjadi perhatian utama. Semua anak diharapkan mendapatkan hak yang sama tanpa terkecuali.
Kepala Sentra Bahagia Kemensos RI, Teguh Supriono, turut menegaskan pentingnya kolaborasi dalam kegiatan ini. Ia menyebut bahwa peringatan HDSD harus menjadi langkah nyata, bukan sekadar seremonial.
Ia juga mengungkapkan harapan agar fasilitas Sentra Bahagia dapat berkembang dan menjangkau lebih banyak wilayah. Hal ini penting agar layanan dapat dirasakan secara merata.
Baca juga: Proyek PSEL Dikebut, Pemko Medan Siapkan Lahan dan Infrastruktur
Menurutnya, anak-anak dengan down syndrome memiliki hak yang sama untuk belajar, bermain, dan berkarya. Mereka tidak seharusnya dipandang dengan rasa kasihan, melainkan diberi ruang untuk berkembang.
Acara tersebut juga dihadiri berbagai pihak, termasuk organisasi orang tua dan unsur pemerintah daerah. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung anak-anak berkebutuhan khusus.
Penampilan anak-anak dengan down syndrome menjadi bagian yang menarik dalam kegiatan ini. Mereka tampil percaya diri melalui musik, puisi, dan nyanyian.
Melalui kegiatan ini, pesan tentang pentingnya inklusivitas semakin kuat. Masyarakat diharapkan dapat lebih terbuka dan mendukung setiap anak tanpa diskriminasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA