Sumatera Utara - Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan bersama perwakilan American Red Cross melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota Medan. Pertemuan tersebut berlangsung pada Kamis (12/3/2026).
Rombongan PMI diterima oleh Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap di ruang kerjanya. Pertemuan ini membahas rencana pelaksanaan kajian mengenai risiko dan dampak panas ekstrem di wilayah perkotaan.
Program tersebut dilaksanakan PMI bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kajian ini bertujuan untuk memahami lebih jauh dampak fenomena panas ekstrem terhadap masyarakat.
Dalam audiensi tersebut turut hadir Bendahara PMI Kota Medan Rudy Siregar. Selain itu hadir pula Project Manager Urban Heat Palang Merah Amerika Teguh Wibowo serta Project Manager Urban Heat PMI Kota Medan Hafiz Ihsan Lubis.
Baca juga: BAZNAS Sumut Bantu 2.648 Mustahik Lewat Penyaluran ZIS
Zakiyuddin Harahap menyambut baik inisiatif program ketahanan panas perkotaan yang digagas PMI bersama mitra internasional tersebut. Menurutnya, fenomena panas ekstrem merupakan hal yang perlu mendapatkan perhatian serius.
Ia menilai kondisi panas ekstrem berpotensi menimbulkan berbagai risiko yang perlu diantisipasi sejak dini. Oleh karena itu, upaya mitigasi harus dilakukan melalui kerja sama berbagai pihak.
Pemerintah Kota Medan, kata Zakiyuddin, siap memberikan dukungan terhadap program tersebut. Bentuk dukungan itu antara lain melalui kegiatan sosialisasi kepada masyarakat.
Selain itu, Pemko Medan juga akan membantu menyediakan data terkait riwayat penyakit yang dipengaruhi oleh panas ekstrem. Data tersebut nantinya dapat digunakan untuk mendukung proses pemetaan risiko.
Sebelumnya, pihak PMI memaparkan Program Ketahanan Panas Perkotaan yang dirancang untuk menghadapi dampak panas ekstrem di Indonesia. Program ini muncul sebagai respons terhadap berbagai perubahan yang terjadi di kawasan perkotaan.
Baca juga: Lapangan Merdeka Binjai Kini Dilengkapi Internet Gratis, Warga Sambut Positif
Beberapa faktor yang melatarbelakangi program ini antara lain meningkatnya urbanisasi, terbatasnya ruang terbuka hijau, serta meningkatnya populasi masyarakat yang rentan terhadap perubahan suhu.
Selain itu, tren kenaikan suhu serta fenomena urban heat island juga meningkatkan risiko bagi masyarakat di wilayah perkotaan. Kondisi ini membuat upaya mitigasi menjadi semakin penting.
Program tersebut bertujuan membangun ketahanan kota terhadap panas ekstrem dalam jangka panjang. Upaya itu dilakukan melalui penguatan kapasitas kelembagaan serta kegiatan berbasis masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemko Medan