Sumatera Utara - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus mempercepat pembangunan infrastruktur berkualitas melalui program Pembangunan Infrastruktur Terintegrasi. Program yang dikenal dengan sebutan INSTANSI ini menjadi salah satu upaya besar untuk meningkatkan konektivitas wilayah. Seluruh proyek tahun 2025 ditargetkan dapat selesai tepat waktu.
Informasi mengenai progres pembangunan ini disampaikan dalam Temu Pers bertajuk “Progres Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan di Provinsi Sumut”. Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas PUPR Sumut Hendra Dermawan Siregar serta Kepala Bidang Infrastruktur Bappelitbang Sumut Habibi Lubis. Kegiatan berlangsung di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut.
Dalam penjelasannya, Hendra menyampaikan bahwa INSTANSI mencakup pembangunan jalan, jembatan, dan irigasi dalam satu kawasan. Setiap infrastruktur yang dibangun dirancang untuk saling mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat dan komoditas. Melalui program ini, pemerintah ingin memperkuat akses menuju pusat perdagangan dan ekonomi.
Baca juga: Nila Sumut Mendunia, Malaysia Datang Belajar ke Danau Toba
Hendra menegaskan bahwa pembangunan ini juga diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan. Mobilitas yang lebih lancar diharapkan dapat mempercepat distribusi barang dan jasa. Dengan demikian, pencapaian swasembada pangan dapat lebih mudah diwujudkan.
Untuk mempercepat pembangunan, Dinas PUPR menjalankan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Program ini dilakukan bersamaan dengan Program Strategis Daerah yang mencakup berbagai bidang. Tujuannya agar setiap pembangunan yang dilakukan tepat waktu, tepat mutu, dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Pada Program PHTC, Bidang Bina Marga mengerjakan enam kegiatan peningkatan struktur jalan provinsi sepanjang hampir 17 kilometer. Total anggaran yang digunakan mencapai sekitar Rp106,32 miliar. Pembangunan ini menjadi langkah penting untuk memperbaiki kondisi jalan di wilayah provinsi.
Selain jalan, terdapat pula pembangunan dan penggantian lima unit jembatan dengan panjang mencapai 217 meter. Anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan ini sekitar Rp82,62 miliar. Keberadaan jembatan baru diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat.
Pada bidang Sumber Daya Air, terdapat rehabilitasi dua daerah irigasi yang berada di Kabupaten Simalungun dan Serdangbedagai. Pembangunan ini menggunakan anggaran sekitar Rp7,36 miliar. Akses irigasi yang baik menjadi penunjang penting bagi sektor pertanian.
Baca juga: Wujudkan Pekerjaan Aman, Pemko Medan Gelar FGD Bahas K3 Konstruksi
Melalui Program Strategis Daerah, terdapat enam ruas jalan yang dikerjakan di Kepulauan Nias. Panjang totalnya mencapai 26,6 kilometer dengan anggaran sekitar Rp160,15 miliar. Pembangunan ini penting untuk meningkatkan konektivitas di wilayah tersebut.
Bidang SDA juga menangani empat kegiatan pengendalian banjir dan pengamanan sungai. Berbagai lokasi seperti Sungai Aek Rukkare, Sungai Kualuh, Sungai Aek Sirahar, dan Sungai Bah Lombut menjadi sasaran pembangunan. Anggaran yang digunakan untuk kegiatan ini mencapai Rp14,95 miliar.
Sementara itu, bidang Cipta Karya mengerjakan dua kegiatan untuk memaksimalkan layanan Air Minum SPAM Regional Mebidang. Kegiatan tersebut meliputi pembangunan JDU Martubung dan Ekstension Off Taker Binjai dengan total anggaran Rp59 miliar. Infrastruktur ini diharapkan meningkatkan pelayanan air minum bagi masyarakat.
Dalam penutup penyampaiannya, Hendra menegaskan bahwa Dinas PUPR bekerja ekstra untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan. Penambahan sumber daya dan pemanfaatan waktu dilakukan seoptimal mungkin agar seluruh target dapat tercapai tepat waktu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA