Begini Perjuangan Anak-anak di Aceh Timur Pergi Sekolah, Mengarungi Sungai dengan Getek
Memilukan, Begini Perjuangan Anak Pante Kera Aceh Timur Pergi Sekolah, Harus Mengarungi Sungai dengan Perahu
News
Kota Medan

Begini Perjuangan Anak-anak di Aceh Timur Pergi Sekolah, Mengarungi Sungai dengan Getek

Jumat, 26 November 2021 12:25 WIB 26 November 2021, 12:25 WIB

INDOZONE.ID - Menimba ilmu adalah suatu kewajiban bagi sebagian manusia di muka bumi. Bahkan, salah satu agama, yakni agama Islam, yang mengajarkan bahwa belajar dan menuntut ilmu dimulai dari lahir hingga masuk liang lahat atau meninggal.

Maka wajar, ada beberapa pelajar di muka bumi ini yang menuntut ilmu atau belajar dengan penuh perjuangan. Salah satu contohnya, perjuangan anak-anak atau pelajar SMP yang ada di Pante Kera Aceh Timur dalam menuntut ilmu yang begitu memilukan.

Pasalnya, foto-foto perjuangan pelajar tersebut saat ingin pergi sekolah tersebar di media sosial hingga viral. Dari foto tersebut, memperlihatkan kondisi mereka saat pergi dan pulang sekolah dengan menumpangi perahu hingga mengarungi sungai. 

Berdasarkan informasi, ternyata masyarakat kampung Pante Kera kecamatan Simpang Jernih Kabupaten Aceh Timur selalu berjibaku dengan Getek (sebutan lokal untuk boat) untuk keluar masuk dari desa mereka.

Tidak terkecuali anak-anak siswa SD, SMP dan SMK yang bersekolah di Ibu kota Kecamatan Simpang Jernih. Meskipun di kampung Pante Kera memang ada SD, namun hanya menampung siswa hingga kelas 3 saja. 

Maka dari itu, bila anak masyarakat ingin lanjut ke kelas 4, mau tidak mau harus pindah sekolah ke SD di Simpang Jernih.

perahu
Memilukan, Begini Perjuangan Anak Pante Kera Aceh Timur Pergi Sekolah, Harus Mengarungi Sungai dengan Perahu

Menurut Kadim yang berprofesi sebagai pengemudi Getek, setiap hari dirinya melayani penyeberangan di sungai yang berhulu dari Lesten Gayo Lues tersebut. Ongkos penyeberangan dipungut Rp.5 ribu perorang dan sepeda motor Rp.10 ribu.

“Saya tidak memungut ongkos untuk siswa, sudah syukur mereka mau bersekolah, dan mereka harus berjalan kaki sekitar 2 kilometer lagi untuk tiba di bangku sekolah,” ungkap Kadim, seperti yang dikutip Indozone dari media sosial akun Isntagram kabaraceh news, Jumat (26/11/2021).

Dalam seharinya, Kadim mengaku pedapatan dia rata-rata Rp.150 ribu yang sebagian digunakan untuk perawatan Getek dan biaya operasional.

Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Aqmarul Akhyar
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU