Buat Naik Pitam, Remaja SMP Aniaya Teman Sekolahnya hingga Pendarahan, Minta Uang Rokok
Membuat Naik Pitam, Gegara Rp2500 Seorang Pria Aniaya Pelajar SMP Hingga Pendarahan. (Foto/Istimewa)
News
Nasional

Buat Naik Pitam, Remaja SMP Aniaya Teman Sekolahnya hingga Pendarahan, Minta Uang Rokok

Rabu, 04 Agustus 2021 23:17 WIB 04 Agustus 2021, 23:17 WIB

INDOZONE.ID - Seorang remaja menganiaya teman satu sekolahnya di SMP Negeri 7 Lebong, hingga mengakibatkan pendarahan di hidung korban. Penganiayaan dilakukan oleh 3 orang pelaku, berinisial SK, GS, AP, di lorong sekolah SMA Negeri 4 Lebong, Kecamatan Topos, Kabupaten Lebong, Bengkulu.  

Bahkan ironinya, pelaku melakukan itu demi meminta uang rokok dengan korban. Namun sampai sekarang, identitas pelaku belum diketahui. Semantara, korban penganiayaan diketahui bernama Farizal. Ia tinggal di Desa Suka Ngeri, Kecamatan Topos, Kabupaten Lebong.

Aksi penganiyaan itu pun terekam video dan viral di sosial media (sosmed) sehingga membuat naik pitam para netizen dan menuai komentar.

Satu di antaranya pemilik akun Instagram @tami24984 yang menuliskan,

"Klo itu ankku yg d buly..q buat membusuk d penjara ben kapok," tulisnya dengan emoji menangis.

Kemudian akun Instagram @rahmatakuyat

"Kurang ajar nian... jangan adik aku di posisi itu min... bakal nyesal seumur hidup kluargonyo.. penjarakan," tulisnya.

Sambung komentar dari akun Instagram @tetifatimah.yoesfa

"Anak ini bakalan jadi beban ortu dan negara kl gak di kasi efek jera... pengen az nunjangkannya...," tulisnya.

Dari keterangan korban, Farizal, mengatakan, kejadian itu bermula saat dirinya sudah menyelesaikan tugas sekolah, kemudian ia melewati SMA 4 Lebon. Ketika ia lewat SMA tersebut, dirinya dicegat pelaku.

"mereka meminta rokok kepada saya, dan karena saya tidak punya rokok mereka mengeroyok saya,” ungkap korban dengan wajah penuh trauma, Selasa, (3/08).

“Kemudian mereka meminta uang kepada saya, dan saya berikan Rp2500, itulah adanya uang saya," kata korban dengan terbata-bata.

Dari penganiayaan tersebut, ia mengaku tidak berani melawan pelaku (GS), sebab pelaku memegang senjata tajam (sajam).

"Saya takut, melawannya," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Terkait kasus penganiyaan yang viral itu, Kepala Desa Suka Negeri, Jhon Kenedi mengatakan, korban merupakan warganya.

“Saya sangat prihatin dengan kejadian ini sampai viral di sosmed, dan korbannya itu memang warga saya. Tadi ada Babinsa dan Bhabinkamtimbas datang kepada saya, dan untuk proses lebih lanjut nanti malam kita akan menyelesaikannya, terutama kita upayakan damai di tingkat Desa (sanksi Sadei) dulu,” ucap Kades.

Selain itu, ia akan membuat semacam sanksi adat untuk ke 3 pelaku, dan akan memberikan efek jera kepada pelaku.

"Kita serahkan ke pihak yang berwajib supaya memberikan pembinaan, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Baik terhadap mereka ataupun orang lain," tuturnya.

Sementara dari pihak keluarga pelaku yang diwakilkan oleh kakaknya, Mika, mengakui adaiknya telah berbuat salah.  

”Saya akui jika adik saya salah dan sudah menganiaya orang, nanti kami akan urus”, ucap mika yang mewakili orang tuanya yang pada saat itu masih berada di kebun.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
TAG
Aqmarul Akhyar

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US