Terkuak, 2 Terduga Teroris di Sumut Adalah Pedagang Susu Kedelai & Ahli Bekam
Ilustrasi pelaku teror (Pixabay/Zabelin)
News
Kota Medan

Terkuak, 2 Terduga Teroris di Sumut Adalah Pedagang Susu Kedelai & Ahli Bekam

Jumat, 17 Desember 2021 12:04 WIB 17 Desember 2021, 12:04 WIB

INDOZONE.ID - Terkuak identitas MN dan D, dua terduga teroris yang ditangkap di wilayah Sumatera Utara ternyata adalah warga biasa yang berprofesi sebagai pedagang susu kedelai dan ahli bekam. Identitas tersebut diungkap langsung oleh perangkat lingkungan setempat.

Kepala Desa Tanjung Baru, Tanjung Morawa, Deliserdang, Khairul Azman Ginting mengatakan ada warganya yang diamankan Densus 88.

"Benar. Ada sejumlah pria berpakaian biasa mengamankan MN," katanya, seperti yang dikutip Indozone dari Antara, Jumat (17/12/2021). 

Ia mengaku mengetahui MN diamankan dari laporan kepala dusun setempat. 

"Dari keterangan kadus, MN diamankan setelah salat subuh. Tim Densus 88 menggeledah rumahnya dan mengamankan sejumlah majalah serta buku-buku. Hal itu juga diperkuat dari pengakuan istrinya," terangnya. 

Lebih lanjut, ia mengungkap selama ini MN berprofesi sebagai penjual susu kedelai keliling. 

"MN asli penduduk Desa Tanjung Baru. Dirinya sudah berumah tangga, memiliki tiga orang anak. Berjualan susu kedelai sudah delapan tahun,” katanya.  

Menurutnya, MN berkepribadian baik, ramah serta baik terhadap warga sekitar lingkungan tempat tinggalnya.

"Dia (MN) rajin beribadah ke masjid. Sosoknya baik dan tidak ada catatan kriminal," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Lingkungan 18, Kelurahan Mangga, Medan Tuntungan, Kota Medan, Yuda Prabowo mengatakan penangkapan terduga teroris D (37) bermula saat dirinya sedang jaga ronda. Saat itu ia didatangi sejumlah petugas untuk mendampingi penggeledahan di  rumah D.

“Saya diminta mendampingi. Tapi ditanya kasus apa, dijawab kasus penipuan,” katanya.

Dia kemudian mengaku terkejut dan mulai curiga ketika petugas yang menggeledah banyak. Dia melihat ada sekitar 7 mobil dengan belasan orang yang akan menggeledah rumah D.

“Ramai sekali sementara di rumah saya hanya melihat istri D dan tiga anaknya. Istri D sempat menanyakan surat yang dibawa petugas itu, namun hanya diperbolehkan membacakan. Lalu saya dengar istrinya mengucapkan ‘terduga teroris’ begitu,” bebernya. 

Setelah penggeledahan itu, lanjutnya, petugas Densus 88 Anti Teror Mabes Polri mengamankan sejumlah barang bukti yakni handphone, notebook, buku, flasdisk dan lainnya.

Dikatakannya, keluarga D selama dua tahun tinggal di lingkungannya sejak dua tahun lalu. Keluarga itu dikenal aktif bersosialisasi dan rajin ke masjid. D selama ini bekerja sebagai ahli bekam dan berjualan madu. 

“Nggak tau sebelum di sini dari mana. Tapi kalau dari KK nya, dari Johor,” ujarnya. 
 


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Aqmarul Akhyar
Anisa Rizwani

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US