Ketua MPR RI Bambang Soesatyo: Pariwisata Danau Toba Butuh Pembenahan Infrastruktur
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. (Antara)
Travel
Kota Medan

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo: Pariwisata Danau Toba Butuh Pembenahan Infrastruktur

Sabtu, 10 April 2021 11:16 WIB 10 April 2021, 11:16 WIB

INDOZONE.ID - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai perlu adanya pembenahan infrastruktur dalam pengembangan pariwisata Danau Toba sebagai destinasi wisata super prioritas.

Bamsoet menuturkan program percepatan Wisata Danau Toba mempunyai rujukan dan referensi formal sejak diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2014 yang mengatur tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Danau Toba dan Sekitarnya. Serta Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2016 tentang Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba.

Pada pertengahan tahun 2019, Danau Toba ditetapkan sebagai salah satu dari lima kawasan destinasi wisata yang mendapat prioritas untuk dikembangkan melalui program Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Super Prioritas. Empat destinasi lainnya adalah Candi Borobudur, Likupang, Mandalika, dan Labuan Bajo.

"Momentum kebangkitan ini semakin mendapatkan pijakan ketika UNESCO (Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan) menetapkan Danau Toba sebagai Global Geopark pada Sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Prancis, tanggal 2 Juli 2020. Kaldera Danau Toba dinilai memiliki tiga aspek keragaman yang saling berkaitan satu sama lain, yaitu geo-diversity (keragaman geografi), bio-diversity (keragaman hayati), dan culture deiversity (keragaman budaya)," ujar Bamsoet dalam keterangannya.

Bamsoet menjelaskan ebagai salah satu elemen potensial kebangkitan perekonomian nasional melalui sektor pariwisata, pembangunan percepatan wisata Danau Toba harus tetap diprioritaskan.

Apalagi jika dibandingkan dengan empat destinasi wisata super prioritas lainnya, Danau Toba masih membutuhkan pembangunan infrastruktur pendukung yang memadai. Beberapa aspek yang membutuhkan perhatian khusus adalah terkait pembangunan infrastruktur dan dukungan investasi. 

"Terkait pembangunan infrastruktur, kita patut mengapresiasi berbagai kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam membangun konektivitas dan mobilitas. Misalnya melalui pembangunan Dermaga Porsea, pembangunan jalur kereta api dari Siantar ke Danau Toba, pembangunan jalan tol Medan—Tebing Tinggi—Parapat, dan jalur rel kereta Medan—Parapat, serta penambahan kapasitas Bandara Silangit, Tapanuli Utara," jelas Bamsoet.

Artikel Menarik Lainnya:

Raden Arman
Nanda
Raden Arman

Raden Arman

Editor
Nanda

Nanda

Writer
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU