Demi Hemat Biaya Pencetakan, Pemerintah Tambah Masa Berlaku Paspor Jadi 10 Tahun
Sampul depan paspor elektronik Indonesia yang memiliki chip biometrik. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Travel
Nasional

Demi Hemat Biaya Pencetakan, Pemerintah Tambah Masa Berlaku Paspor Jadi 10 Tahun

Kamis, 24 September 2020 17:01 WIB 24 September 2020, 17:01 WIB

INDOZONE.ID - Pemerintah resmi memperpanjang masa berlaku paspor biasa dari sebelumnya 5 tahun menjadi 10 tahun.

Perpanjangan masa berlaku paspor itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 51 tahun 2020 tentang keimigrasian dan sudah diteken Presiden Jokowi.

Dengan demikian, aturan tersebut sudah mulai berlaku sejak diteken Presiden Jokowi pada 11 September 2020 lalu.

"Masa berlaku paspor biasa yang semula paling lama lima tahun perlu dilakukan penambahan masa berlakunya," demikian tulis isi PP tersebut yang dikutip Kamis (24/9).

Tujuan dilakukan penambahan masa berlaku paspor ini agar dapat menghemat biaya pencetakan. Sebab, jumlah pemohon paspor biasa terus meningkat setiap tahunnya.

"Karena menjadi tidak efisien dilakukan penggantian paspor ketika halaman paspor masih cukup banyak namun masa berlakunya telah habis," tulis isi PP tersebut.

Berikut ketentuan pasal 51 ayat 1 yang telah diubah:

1. Masa berlaku Paspor biasa paling lama 10 (sepuluh) tahun sejak tanggal diterbitkan.

2. Masa berlaku Paspor biasa yang diterbitkan bagi anak berkewarganegaraan ganda tidak boleh melebihi balas usia anak tersebut untuk menyatakan memilih kewarganegaraannya.

3. Batas usia anak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditentukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda
Nanda

Nanda

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US